KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Anif Solikhin: Penyuluh Agama Harus Peka Isu Sosial, Tak Cukup Hanya Pengajian

Kebumen – Humas – Peran penyuluh agama Islam terus berkembang seiring dinamika sosial di masyarakat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menegaskan bahwa penyuluh tidak lagi cukup berfokus pada kegiatan pengajian semata, tetapi juga perlu aktif dalam pengawasan sosial keagamaan.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan pada Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Islam di KUA Gombong, Kamis 9 April 2026.

Tantangan Baru Penyuluh Agama

Anif menyebut tantangan Penyuluh Agama Islam saat ini jauh berbeda dibanding masa lalu. Perubahan sosial menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan responsif.

“Penyuluh harus peka terhadap berbagai persoalan sosial. Isu-isu seperti penyimpangan perilaku hingga fenomena LGBT juga perlu mendapat perhatian dalam pembinaan keagamaan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran penyuluh di tengah masyarakat harus mampu menjadi solusi, bukan sekadar rutinitas ceramah.

Peran Strategis dalam Penguatan Sosial Keagamaan

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

Selain menyampaikan materi keagamaan, penyuluh juga dituntut aktif melakukan pendampingan sosial, deteksi dini masalah, serta membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan konstruktif.

Kerukunan sebagai Fondasi Utama

Dalam arahannya, Anif juga menegaskan pentingnya kerukunan sebagai modal dasar pembangunan bangsa.

Kerukunan tidak hanya berarti ketiadaan konflik, tetapi juga mencakup kolaborasi aktif antar kelompok masyarakat. Nilai ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

Toleransi mendorong sikap saling menghormati perbedaan keyakinan. Kesetaraan menempatkan seluruh warga pada posisi yang sama tanpa diskriminasi. Sementara kerja sama menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Tanpa kerukunan, pembangunan akan sulit berjalan. Ini menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Maslahat dan Relevansi Keagamaan

Selain kerukunan, Anif menyoroti pentingnya nilai maslahat dalam praktik keagamaan. Ia mengingatkan bahwa ajaran agama harus mampu menjawab kebutuhan zaman.

Keberagamaan tidak boleh berhenti pada aspek ritual, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Menuju Masyarakat Cerdas dan Berdaya Saing

Ia juga mengaitkan peran penyuluh dengan visi Kementerian Agama, yakni terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, masyarakat cerdas tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta mengambil keputusan bijak.

“Penyuluh memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya saing dan berakhlak,” tambahnya.

Penguatan Peran Penyuluh ke Depan

Melalui rakor ini, penyuluh agama diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman. Peran mereka tidak hanya sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen