Kebumen – Humas – Penguatan ketahanan keluarga menjadi isu mendesak di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial. Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam memperkuat fondasi keluarga.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM LK3, TKSK, dan PSM yang digelar Dinas Sosial P3A Kabupaten Kebumen di Hotel Mexolie, Kamis 9 April 2026.
Perceraian dan Pernikahan Anak Jadi Sorotan
Dalam paparannya, Salim mengungkap kondisi ketahanan keluarga di Kebumen menghadapi tantangan serius. Tingginya angka perceraian menjadi indikator utama.
Pada tahun 2025 tercatat 3.154 perkara perceraian. Rinciannya meliputi 2.204 gugat cerai dan 618 talak. Perselisihan berkepanjangan mendominasi penyebab dengan 1.431 kasus. Faktor ekonomi menyusul dengan 790 kasus.
Selain itu, pernikahan anak masih terjadi. Sepanjang 2025 tercatat 152 kasus, terdiri dari 36 laki-laki dan 116 perempuan.
“Data ini menjadi alarm. Perlu edukasi, pendampingan, serta pembinaan berkelanjutan,” tegasnya.
Keluarga Kuat Jadi Fondasi Masyarakat
Salim menekankan pentingnya membangun keluarga berlandaskan nilai agama. Pernikahan tidak sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan suci yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Tujuan berkeluarga meliputi terciptanya rumah tangga sakinah, menjaga kehormatan, serta melanjutkan keturunan. Hubungan suami istri perlu dibangun atas dasar saling menghargai dan saling ridha.
“Keluarga kuat akan melahirkan generasi tangguh secara moral, spiritual, dan sosial,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga agar konflik tidak berlarut.
Program Kemenag Perkuat Ketahanan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Salim memaparkan berbagai program Kementerian Agama yang berfokus pada penguatan keluarga.
Program tersebut meliputi Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin, Bimbingan Remaja Usia Nikah, Bimbingan Remaja Sekolah, Bimbingan Keluarga Sakinah, serta layanan BP4.
Melalui program tersebut, masyarakat mendapat bekal pengetahuan dan pendampingan agar mampu membangun keluarga harmonis dan berketahanan.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Keterlibatan Kemenag dalam forum ini menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan sosial berbasis keluarga. Sinergi antara pemerintah daerah, pekerja sosial, dan lembaga keagamaan dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Dengan kolaborasi yang solid, upaya penguatan ketahanan keluarga di Kabupaten Kebumen diharapkan semakin optimal serta berdampak nyata bagi masyarakat.(Mad).


