KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Ramadan Madrasah Spiritual,  Fatkhurohman Ajak Umat Maknai Puasa Lebih Dalam

Kebumen – Humas – Puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Bulan suci ini menjadi ruang pembinaan diri agar manusia mencapai derajat takwa. Pesan tersebut mengemuka dalam Podcast “Ceria – Cerita Ilmu dan Agama” persembahan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

Podcast edisi spesial Ramadan hari ke-14, Rabu 4 Maret 2026, menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Puring, H. Fatkhurohman. Program ini dipandu Pranata Humas Ahli Muda Kemenag Kebumen, Faozan Bakhtiar.

Dalam perbincangan tersebut, Fatkhurohman menyampaikan Ramadan ibarat madrasah spiritual. Bulan suci menjadi proses pembentukan karakter, pembinaan iman, serta pengendalian diri.

“Ramadan seperti kawah candradimuka. Di dalamnya manusia ditempa agar lahir pribadi bertakwa,” ujarnya.

Dai ngapak populer di wilayah Kebumen dan Barlingmas itu menjelaskan bahwa puasa memiliki tujuan mendalam. Ibadah ini melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta menumbuhkan kesadaran spiritual.

Menurutnya, pesan tersebut selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, tepatnya QS Al-Baqarah ayat 183. Ayat tersebut menjelaskan kewajiban puasa bagi orang beriman agar mencapai derajat takwa.

Fatkhurohman menuturkan puasa bukan sekadar ritual fisik. Ramadan juga mendidik jiwa agar mampu mengendalikan syahwat serta membedakan manusia dari makhluk lain.

“Puasa melatih manusia mengontrol diri. Dari situlah lahir kesadaran spiritual serta kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah. Selain salat dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam didorong meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagi.

Podcast “Ceria – Cerita Ilmu dan Agama” menjadi ruang literasi keagamaan bagi masyarakat. Program ini menghadirkan tokoh agama, akademisi, serta praktisi keislaman guna memperkuat pemahaman umat.

Melalui dialog santai namun sarat makna, podcast ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat agar menjalani Ramadan secara lebih bermakna.

Fatkhurohman berharap umat Islam tidak hanya menjalani Ramadan sebagai rutinitas tahunan. Menurutnya, Ramadan perlu dimaknai sebagai proses pembentukan karakter menuju pribadi bertakwa.

“Ramadan datang setiap tahun. Namun perubahan diri harus terasa. Jika selepas Ramadan akhlak lebih baik, ibadah meningkat, serta kepedulian sosial tumbuh, berarti kita berhasil menjalani madrasah Ramadan,” pungkasnya.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen