KEBUMEN – HUMAS – Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi sebuah keluarga sederhana di Kutosari, Kabupaten Kebumen, untuk mengantarkan anak-anaknya meraih prestasi gemilang. Di tengah ujian hidup dan kondisi finansial serba terbatas, keluarga pasangan Muhammad Yusuf dan Jumini justru berhasil membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan menuju masa depan lebih baik.
Kisah inspiratif tersebut semakin menarik perhatian setelah putra sulung mereka, Muhammad Badar Agung, alumni MTsN 1 Kebumen tahun 2023, diterima di Wageningen University & Research, salah satu kampus ternama di Belanda.
Badar merupakan alumni kelas unggulan Islamic Boarding School (IBS) MTsN 1 Kebumen. Prestasinya terus bersinar setelah berhasil menjadi lulusan terbaik Angkatan VI di SMA Unggulan CT Arsa Foundation. Saat ini, ia juga masih menunggu hasil seleksi dari sejumlah perguruan tinggi di Australia dan Indonesia.
Keberhasilan Badar bukan satu-satunya kebanggaan keluarga tersebut. Adiknya, Fatimah Yusuf, juga menorehkan capaian membanggakan. Alumni program Tahfidz IBS MTsN 1 Kebumen tahun 2025 itu kini melanjutkan pendidikan di MA PK Surakarta.
Sementara Ahmad Bintang, anak ketiga keluarga tersebut, saat ini menempuh pendidikan di kelas IX IBS MTsN 1 Kebumen. Bintang baru saja dinyatakan lolos hingga tahap akhir seleksi SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo dan tinggal menjalani tes kesehatan.
Adapun si bungsu, Syaif Islam, kini duduk di kelas VII program Full Day School (FDS) MTsN 1 Kebumen.
Deretan prestasi tersebut lahir dari perjuangan panjang kedua orang tua mereka. Muhammad Yusuf sebelumnya bekerja dengan berjualan tasbih untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun cobaan datang ketika dirinya terserang stroke hingga tidak lagi mampu bekerja secara maksimal.
Sejak saat itu, perjuangan ekonomi keluarga dilanjutkan oleh Jumini. Dengan penuh ketekunan, ia membuat aneka jajanan dan menitipkannya ke warung-warung demi membiayai pendidikan anak-anaknya.
Perjalanan keluarga sederhana dari Kutosari tersebut menghadirkan rasa haru sekaligus kekaguman dari lingkungan madrasah. Salah satu guru MTsN 1 Kebumen, Ari Endah Miyosi Putri, mengaku tersentuh melihat semangat keluarga tersebut dalam memperjuangkan pendidikan.
“Masya Allah, keluarga ini benar-benar menginspirasi. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ini menjadi bekal terbaik untuk masa depan anak-anaknya,” ujarnya saat diwawancarai tim Humas MTsN 1 Kebumen, Sabtu 23 Mei 2025.
Kisah keluarga Muhammad Yusuf dan Jumini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, doa, ketekunan belajar, serta penghormatan kepada guru mampu membuka jalan menuju kesuksesan. Dari sudut kecil di Kutosari, lahir mimpi besar hingga menembus kampus internasional di Belanda.(Siti Solikhah).

