Kebumen – Humas – Komitmen membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus diperkuat oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kebumen. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui Sosialisasi Pelayanan Prima bagi seluruh civitas akademika di Aula MAN 2 Kebumen, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, MAN 2 Kebumen menegaskan tekad untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi peserta didik, orang tua, maupun masyarakat luas.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin H. Khafid, salah satu guru MAN 2 Kebumen yang baru menunaikan ibadah haji. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh program madrasah berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Kepala MAN 2 Kebumen, H. Akhmad Taukhid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika atas dedikasi dan kerja keras dalam memberikan layanan selama ini. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita telah berupaya memberikan pelayanan terbaik. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Bapak-Ibu semua. Namun, kualitas layanan harus terus ditingkatkan. Dalam pelayanan, yang utama adalah sikap dan etika, kemudian kemampuan berkomunikasi. Mari terus bekerja sama memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh program unggulan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, budaya melayani harus menjadi karakter seluruh warga madrasah.
Materi utama disampaikan oleh Yayat, perwakilan dari Bank BRI Kebumen. Dalam paparannya, ia mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan MAN 2 Kebumen untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman, bersih, dan ramah.
Menurutnya, pelayanan prima dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya senyum, sapa, serta salam dalam setiap interaksi.
“Saya sangat mengapresiasi kondisi lingkungan MAN 2 Kebumen yang bersih dan tertata. Kebersihan merupakan bagian penting dari pelayanan. Masyarakat akan merasa lebih nyaman ketika mendapatkan layanan di lingkungan yang bersih, ramah, dan menyenangkan,” ungkapnya.
Yayat juga memperkenalkan konsep Smart Service sebagai budaya pelayanan modern yang perlu diterapkan secara konsisten. Konsep tersebut mencakup lima unsur utama, yakni sigap, mudah, akurat, ramah, dan terampil.
Menurutnya, kelima unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru dan tenaga kependidikan mengikuti materi dengan serius serta berdiskusi mengenai berbagai strategi peningkatan layanan di lingkungan madrasah.
Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Kebumen semakin meneguhkan komitmennya untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, sehingga madrasah mampu memberikan layanan yang semakin berkualitas, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.(Meliana).

