KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Masalahmu Berbeda dengan Masalahku

Setiap individu memiliki masalah masing-masing, sesuai kondisi, keinginan dan hasil perbuatan masing-masing di masa lampau. Bahkan setiap jenjang umur akan mengalami permasalahan yang berbeda. Misalnya ketika kita masih bayi maka permasalahannya adalah kebutuhan makan dan susu, lalu masa anak-anak akan menambah satu maslalah dengan adanya keinginan untuk bermain dan memiliki mainan. Masuk masa sekolah akan tambah masalah dan kondisi baru berupa interaksi dengan lingkungan dan pembelajaran disekolah. Ketika umur bertambah maka akan bertambah lagi masalah, bertambah lagi keinginan.

Hal-hal ini tidak terlepas dari hasil karma atau perbuatan kita dimasa lampau. Sehingga permasalahan yang dihadapi setiap manusia atau individu akan berbeda-beda tergantung perbuatan yang telah dilakukan, baik kehidupan sekarang ataupun kehidupan yang lalu. Seperti yang disampaikan oleh Buddha dalam kitab Cūlakammavibhanga Sutta :

Makhluk adalah pemilik dari perbuatannya (kamma), pewaris dari perbuatannya, lahir dari perbuatannya, berkerabat dengan perbuatannya, berlindung pada perbuatannya. Perbuatanlah yang membedakan makhluk menjadi rendah dan tinggi.”

Dari Petikan ayat kitab suci di atas kita dapat memahami bahwa apapun yang terjadi pada diri kita selayaknya kita sendiri yang harus berani untuk bertanggung jawab apapun kondisi dan permasalahan yang kita hadapi. Sehingga kita tidak perlu mencari kambing hitam atau mencari faktor lain untuk dipersalahkan ketika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi yang kita inginkan. Karena yang perlu kita lakukan yang pertama, menerima itu sebagai bagian dari hasil perbuatan kita sendiri, kedua menyelesaikan masalah dengan mencari solusi bukan mencari kambing hitam, ketiga berusaha bagaimana cara agar hal ini tidak terulang di kehidupan atau masa yang akan datang, yaitu dengan cara memperbaiki diri hidup di dalam Dhamma. Dan yang keempat adalah jangan membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.

Terkadang sadar atau tidak sadar dan entah dengan tujuan apa kita membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. padahal setiap individu memiliki konflik dan permasalahan masing-masing, yang kita anggap hidupnya bahagia, terkadang masalahnya mungkin lebih berat dibandingkan yang kita miliki atau sebaliknya. Jangan iri atau mengeluhkan kehidupan kita atau bahkan selalu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, karena pada dasarnya masalah manusia akan selalu berbeda tergantung dari hasil perbuatannya. Kita adalah pewaris dari perbuatan kita sendiri. Tidak ada yang bisa kita bawa selain karma. Oleh karena itu, setiap pikiran, ucapan, dan tindakan adalah benih masa depan. Dengan berbuat baik hari ini, kita sedang menanam kebahagiaan untuk esok.

Kebahagiaan sejati tidak datang dari luar, tetapi tumbuh dari hati yang bijaksana. Saat kita hidup benar, menjaga ucapan dan tindakan, serta melatih pikiran, kebahagiaan muncul dengan sendirinya. Seperti bayangan yang selalu mengikuti, kedamaian hadir bagi mereka yang berjalan di jalan Dhamma.

Pikiran adalah pelopor dari segala keadaan, pikiran adalah pemimpin, segala sesuatu terbentuk oleh pikiran. Jika seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran yang bersih dan bahagia, maka kebahagiaan akan mengikutinya, seperti bayangan yang tidak pernah meninggalkan.” (Dhammapada, Syair 002)

Teguh Prassetya

Penyuluh Buddha Kab. kebumen

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen