Kebumen – Humas – Empat Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen mencatat sejarah baru dalam perjalanan karier mereka. Pada Kamis 4 Juni 2026 pukul 06.40 WAS. Keempatnya resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Menariknya, pelantikan tersebut diikuti saat mereka tengah berada di Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Meski berada ribuan kilometer dari Indonesia, pelantikan tetap berlangsung khidmat melalui Zoom Meeting dari hotel tempat mereka menginap di Makkah. Momentum ini menjadi pengalaman langka sekaligus bersejarah karena amanah baru diterima bersamaan dengan pelaksanaan rukun Islam kelima.
Empat penyuluh yang dilantik tersebut yakni Ahmad Fauzi, sebelumnya bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam Ahli Muda KUA Kecamatan Bonorowo dan kini dipercaya menjadi Kepala KUA Kecamatan Padureso. Mokhamad Matori, sebelumnya Penyuluh Agama Islam Ahli Madya KUA Kecamatan Karangsambung, dilantik sebagai Kepala KUA Kecamatan Sadang.
Sementara itu, Miftach, Penyuluh Agama Islam Ahli Muda KUA Kecamatan Buluspesantren, mendapat tugas tambahan sebagai Kepala KUA Kecamatan Poncowarno. Adapun Achmad Cholid Fikri, Penyuluh Agama Islam Ahli Madya KUA Kecamatan Sruweng, dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala KUA Kecamatan Buayan.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengambilan sumpah jabatan terhadap 108 Kepala KUA se-Indonesia yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi implementasi dari Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Agama Nomor 1644 Tahun 2025 tentang penguatan peran Penyuluh Agama Islam dalam kepemimpinan KUA.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa pelantikan ini menandai era baru transformasi KUA sebagai pusat layanan keagamaan masyarakat.
“Melalui kesempatan yang sama bagi Penghulu dan Penyuluh Agama Islam untuk memimpin KUA, seluruh fungsi layanan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan proporsional sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, KUA saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pencatatan nikah. Perannya telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan yang mencakup pembinaan keluarga sakinah, bimbingan perkawinan, kemasjidan, zakat dan wakaf, hisab rukyat, hingga penguatan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Pelantikan ini menjadi momentum bersejarah menuju era baru KUA sebagai pusat layanan keagamaan,” tegasnya.
Salah satu pejabat yang dilantik, Achmad Cholid Fikri, mengaku bersyukur dapat mengikuti prosesi pelantikan meski sedang berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian ibadah rukun dan wajib haji telah kami selesaikan. Saat pelantikan berlangsung, kami dapat mengikutinya dari hotel di Makkah dengan khidmat. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar kami mampu mengemban amanah ini dengan baik setelah kembali ke tanah air,” ujarnya kepada Humas Kemenag Kebumen melalui pesan WhatsApp.
Cholid menambahkan, sepulang dari Arab Saudi dirinya akan segera menjalankan tugas dan tanggung jawab baru dengan penuh dedikasi serta semangat melayani masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menyambut baik pelantikan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi catatan penting dalam sejarah Kementerian Agama karena untuk pertama kalinya Penyuluh Agama Islam memperoleh kesempatan menduduki jabatan Kepala KUA secara lebih luas.
“Ini merupakan sejarah baru bagi Kementerian Agama. Selama ini jabatan Kepala KUA identik dengan penghulu. Kini penyuluh agama Islam juga mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi memimpin KUA,” ungkap Anif.
Anif berharap amanah baru tersebut mampu memperkuat kualitas pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Ia meyakini pengalaman para penyuluh yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi modal berharga dalam menjalankan fungsi KUA yang semakin kompleks.
“Saya berharap para Kepala KUA yang baru dilantik dapat menghadirkan inovasi layanan, memperkuat pembinaan umat, serta menjadikan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas dan membawa manfaat bagi umat,” harapnya.
Pelantikan empat penyuluh asal Kebumen dari Tanah Suci Makkah menjadi simbol bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan perjalanan spiritual. Dari kota suci umat Islam, mereka menerima amanah baru untuk melayani masyarakat dengan semangat yang lebih besar saat kembali ke tanah air.



