Kebumen – Humas – Sebanyak 89 santri Islamic Boarding School (IBS) MTs Negeri 1 Kebumen mengikuti Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Tahun 2026 yang digelar di halaman MTsN 1 Kebumen, Jumat malam 5 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, hadir langsung dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Malam wisuda berlangsung khidmat layaknya haflah di pondok pesantren. Para santri menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan, penguasaan kitab, hingga keterampilan berbahasa Arab di hadapan para wali santri dan tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kebumen KH Nursodik, dai Kebumen KH Khamid, Kepala MTsN 1 Kebumen Siti Rojiatur Rochmah, Ketua Program IBS H. M. Harmuzi, para ustaz dan ustazah, serta ratusan wali santri.
Dalam sambutannya, Anif Solikhin mengaku bangga atas perkembangan dan capaian para santri IBS MTsN 1 Kebumen. Menurutnya, penampilan para santri malam itu menunjukkan keberhasilan pembinaan keagamaan, baik pada Program Tahfidz, Program Kitab, maupun Program Itqan.
“Saya sangat bangga melihat kemampuan anak-anak. Hafalan Al-Qur’an, pemahaman kitab, dan keterampilan bahasa Arab mereka luar biasa. Ini hasil kerja keras para santri, ustaz, ustazah, serta dukungan penuh orang tua,” ujar Anif.
Pada malam itu ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai kunci untuk memahami khazanah ilmu keislaman. Sebagian besar literatur Islam klasik maupun kontemporer menggunakan bahasa Arab sehingga harus terus dipelajari oleh generasi muda.
“Kalau ingin sukses, kuncinya adalah ilmu. Sukses dunia dan akhirat juga dengan ilmu. Karena itu bahasa Arab harus dipelajari dengan sungguh-sungguh agar akses terhadap ilmu agama semakin luas,” pesannya.
Mengutip Kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syaikh Az-Zarnuji, Anif mengingatkan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab. Penuntut ilmu harus meluruskan niat, menghormati guru, bersabar, serta memiliki kesungguhan dalam belajar.
“Niat harus benar karena Allah. Santri harus semangat dan sabar dalam belajar. Orang tua juga harus sabar, ikhlas, dan terus mendukung perjuangan anak-anak dalam menuntut ilmu,” katanya.
Anif juga mengajak seluruh wali santri untuk terus memberikan motivasi kepada putra-putri mereka agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak.
Pada kesempatan itu, Anif turut menyampaikan apresiasi atas prestasi akademik MTsN 1 Kebumen. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena MTsN 1 Kebumen.berhasil meraih peringkat pertama hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Kebumen Tahun 2026 dengan capaian melampaui rata-rata Jawa Tengah maupun nasional.
Sementara itu, Ketua Program IBS MTsN 1 Kebumen, H. M. Harmuzi, menjelaskan bahwa jumlah santri IBS saat ini mencapai 280 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 santri kelas IX diwisuda pada Haflah Akhirussanah Tahun 2026.
“Alhamdulillah, malam ini kami mewisuda 89 santri. Mereka berasal dari berbagai program unggulan yang selama tiga tahun mengikuti pembinaan di lingkungan IBS,” jelas Harmuzi.
Ia menerangkan bahwa pada Tahun Pelajaran 2025/2026, IBS MTsN 1 Kebumen memiliki sembilan kelas. Untuk kelas VII dan VIII terdiri atas Program Tahfidz, Program Kitab, dan Program Itqan. Adapun kelas IX terdiri atas Program Tahfidz, Program Kitab, dan Program Bahasa.
Harmuzi menjelaskan bahwa IBS MTsN 1 Kebumen lahir pada Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai jawaban atas tantangan modernisasi dan globalisasi. Program tersebut dirancang untuk memadukan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembentukan karakter dalam sistem pendidikan berasrama.
Menurutnya, IBS hadir untuk membentuk generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman. Para santri tidak hanya mempelajari mata pelajaran umum sebagaimana kurikulum madrasah, tetapi juga mendalami Al-Qur’an, kitab kuning, bahasa Arab, serta berbagai keterampilan pendukung lainnya.
“Tujuan utama IBS adalah menciptakan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum sehingga lahir generasi unggul, religius, dan kompetitif di era global,” terangnya.
Melalui sistem pendidikan berasrama, para santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial. Program tersebut juga menjadi solusi bagi peserta didik yang berasal dari daerah jauh dan membutuhkan lingkungan belajar yang kondusif.
Haflah Akhirussanah tahun ini menjadi bukti nyata keberhasilan IBS MTsN 1 Kebumen dalam membina generasi Qurani sekaligus generasi akademik. Dengan bekal ilmu, adab, dan karakter kuat, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.



