KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Kepercayaan Publik Meningkat, MTsN 2 Kebumen Perkuat Kompetensi Guru melalui Implementasi KMA 1503 dan Pendidikan Perkoperasian

Kebumen – Humas – Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah membawa konsekuensi penting: mutu layanan pendidikan harus terus ditingkatkan. Pesan inilah yang menjadi salah satu fokus utama Workshop Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, Insersi Pendidikan Perkoperasian, dan Review Kurikulum di MTs Negeri 2 Kebumen, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 86 guru MTs Negeri 2 Kebumen. Selain membahas kebijakan kurikulum, workshop menjadi ruang bagi para Guru untuk memperkuat kompetensi serta merumuskan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid dan tantangan masa depan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah harus dijawab melalui peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pilihan masyarakat terhadap madrasah terus menguat karena lembaga pendidikan Islam dinilai mampu memadukan pendidikan akademik, pembentukan karakter, dan penguatan nilai keagamaan.

“Orang tua sekarang banyak yang lebih memilih madrasah dibanding sekolah umum karena berharap anak-anaknya memperoleh pendidikan karakter dan pendidikan agama yang kuat. Kepercayaan itu harus kita jawab dengan menjaga bahkan terus meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 2 Kebumen,” tegas Anif.

Mutu Madrasah Dibangun melalui Kolaborasi

Anif mengingatkan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dibebankan kepada kepala madrasah seorang diri. Kualitas lembaga lahir dari kerja bersama seluruh warga madrasah.

“Seluruh guru dan tenaga kependidikan harus bekerja sama membawa MTs Negeri 2 Kebumen menjadi madrasah yang semakin maju dan semakin dipercaya masyarakat,” pesannya.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami perubahan kebijakan pendidikan serta mampu menerjemahkannya ke dalam proses pembelajaran di kelas.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya tersebut. Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, review kurikulum, serta insersi pendidikan perkoperasian dibahas sebagai satu kesatuan dalam upaya memperkuat kualitas pembelajaran.

Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Dalam arahannya, Anif juga menekankan pentingnya penerapan konsep Deep Learning dalam pembelajaran. Pendekatan ini tidak sekadar mendorong muridmenguasai materi, tetapi mengajak mereka belajar secara sadar, memperoleh pengalaman bermakna, dan menikmati proses pembelajaran.

Tiga prinsip utama menjadi fondasinya, yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.

Pembelajaran harus mampu membangun kesadaran peserta didik, menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, serta menciptakan suasana belajar menyenangkan. Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik, tetapi turut membentuk cara berpikir, karakter, dan kemampuan muridmenghadapi persoalan.

Anif menjelaskan, pendekatan Deep Learning memiliki keterkaitan erat dengan Kurikulum Berbasis Cinta dalam implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025.

“Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta bukan dua konsep yang berdiri sendiri. Keduanya saling melengkapi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menghargai murid, dan membentuk karakter mereka melalui seluruh mata pelajaran,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menempatkan muridsebagai subjek pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu muridtumbuh sesuai potensi, karakter, dan kebutuhan mereka.

Pendidikan Perkoperasian Dihadirkan dalam Pembelajaran

Workshop juga mengangkat insersi pendidikan perkoperasian. Materi ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan tambahan, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran secara kontekstual.

Melalui pendidikan perkoperasian, murid dapat dikenalkan dengan nilai gotong royong, kemandirian, tanggung jawab, kebersamaan, serta kewirausahaan. Nilai-nilai tersebut relevan untuk membentuk generasi memiliki kemampuan bekerja sama sekaligus memiliki kemandirian dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Insersi pendidikan perkoperasian juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan nyata. Muridtidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga belajar melihat pentingnya kerja sama dan kemandirian dalam kehidupan sosial serta ekonomi.

Workshop Harus Berujung pada Perubahan di Kelas

Anif berharap workshop tersebut menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran. Pemahaman terhadap KMA Nomor 1503 Tahun 2025, Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, serta pendidikan perkoperasian perlu diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran di kelas.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan pengembangan kompetensi tidak diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari perubahan kualitas layanan setelah kegiatan berakhir.

Dengan kompetensi guru semakin kuat, MTs Negeri 2 Kebumen diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Madrasah diharapkan tidak hanya melahirkan muridberprestasi secara akademik, tetapi juga generasi berkarakter, memiliki kepedulian sosial, mampu bekerja sama, mandiri, serta memiliki keterampilan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah pada akhirnya bukan sekadar capaian, melainkan amanah. Melalui penguatan kompetensi guru dan pembaruan pembelajaran secara berkelanjutan, MTs Negeri 2 Kebumen berkomitmen menjadikan kepercayaan tersebut sebagai energi untuk terus bertumbuh dan memberikan layanan pendidikan terbaik.(Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen