Kebumen (Humas) – Di balik prestasi akademik dan keagamaan yang terus ditorehkan MTsN 1 Kebumen, terdapat sebuah program unggulan yang menjadi salah satu daya tarik utama madrasah, yakni Islamic Boarding School (IBS). Program berbasis asrama ini berhasil mengintegrasikan pendidikan umum, pendalaman ilmu agama, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan peserta didik dalam satu sistem pendidikan terpadu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Program IBS MTsN 1 Kebumen, H. M. Harmuzi, saat berbincang dengan Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Faozan Bakhtiar, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Harmuzi, IBS MTsN 1 Kebumen lahir dari kebutuhan menghadirkan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Program tersebut resmi berdiri pada Tahun Pelajaran 2015/2016 berdasarkan Surat Keputusan Kepala MTsN 1 Kebumen Nomor Mts.11.05.15/PP.005/825.a/2015 tanggal 7 Juli 2015.
“IBS dirancang untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kuat dalam pemahaman agama. Kami ingin menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan karakter,” ujar Harmuzi.
Saat ini, IBS MTsN 1 Kebumen menampung sekitar 280 santri dari berbagai daerah. Seluruh peserta didik menjalani sistem pendidikan berasrama dengan pembelajaran formal di madrasah pada pagi hari, kemudian dilanjutkan program keagamaan, pembinaan karakter, dan pengembangan kompetensi hingga malam hari.
Harmuzi menjelaskan, pada Tahun Pelajaran 2025/2026, IBS memiliki sembilan kelas dengan tiga program utama. Untuk kelas VII dan VIII tersedia Program Tahfidz, Program Kitab, dan Program Itqan. Adapun kelas IX terdiri atas Program Tahfidz, Program Kitab, dan Program Bahasa.
Masing-masing program memiliki karakteristik tersendiri. Program Tahfidz berfokus pada hafalan Al-Qur’an, Program Kitab mendalami kajian kitab kuning, sedangkan Program Itqan dan Program Bahasa memberikan penguatan akademik, bahasa Arab, bahasa Inggris, serta pengembangan kompetensi peserta didik.
“Anak-anak tidak hanya belajar ilmu agama. Mereka juga mendapatkan penguatan ilmu pengetahuan umum, bahasa Arab, bahasa Inggris, keterampilan hidup, hingga penanaman soft skill untuk pembentukan karakter melalui pembiasaan budaya pesantren,” jelasnya.
Lebih lanjut, Harmuzi menuturkan bahwa tujuan IBS bukan sekadar mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik. Program ini juga diarahkan untuk membentuk generasi beriman dan bertakwa, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Keunggulan IBS semakin terlihat dari berbagai prestasi yang diraih para santri. Berdasarkan data semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026, sejumlah santri berhasil mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Pada Program Kitab kelas IX, peringkat pertama diraih Assyifa Tifania Azzam, disusul Nandano Ahnaf Muazzam dan Silky Zamzamiy. Pada Program Tahfidz kelas IX, posisi pertama ditempati Amanda Azkiya’, diikuti Listyan Al Hafidzi dan Khofifah Nurul Ahmad. Sementara Program Bahasa kelas IX menempatkan Fazat Hasnalmala Ats-Tsaqifah sebagai peringkat pertama, disusul Marsha Khairina dan Velicien Zahra Nadiva.
Tidak hanya berprestasi di lingkungan program, MTsN 1 Kebumen juga berhasil mencatatkan capaian akademik membanggakan pada tahun 2026. Madrasah ini meraih nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Kebumen.
Menurut Harmuzi, capaian tersebut lahir dari sinergi kuat antara madrasah, asrama, guru, pengurus asrama, dan dukungan penuh dari orang tua santri serta komite madrasah.
“Kami berupaya membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak dan kondusif selama 24 jam. Santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mendapatkan pendampingan akademik dan keagamaan secara intensif,” katanya.
Selain mengikuti pembelajaran formal, para santri menjalani berbagai kegiatan pembiasaan keagamaan seperti salat berjamaah, qiyamul lail, tahsin, tahfidz, kajian kitab, muhadlarah empat bahasa, tadarus Al-Qur’an, yasinan, tahlilan, barzanji, mujahadah, dan istighotsah secara berkala.
Menariknya, IBS juga memberikan layanan pengembangan kompetensi modern. Santri mendapatkan program klinik belajar, pendampingan akademik malam hari, karya ilmiah remaja, program sains dan riset, keterampilan komputer, hingga robotik. Seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing peserta didik di masa depan.
Untuk bergabung dalam program IBS, calon peserta didik harus lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MTsN 1 Kebumen. Setelah itu, mereka mengikuti Tes Potensi Akademik meliputi literasi bahasa, numerasi, dan sains, serta wawancara bersama orang tua guna memastikan kesiapan mengikuti pendidikan berasrama.
Harmuzi menegaskan bahwa IBS MTsN 1 Kebumen bukan sekadar tempat tinggal peserta didik selama menempuh pendidikan. Lebih dari itu, IBS merupakan pusat pembinaan generasi Qurani yang siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
“Kami memegang prinsip al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik. Karena itu, santri IBS harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.
Dengan sistem pendidikan terpadu, lingkungan religius, pembinaan karakter yang kuat, serta prestasi yang terus meningkat, IBS MTsN 1 Kebumen kini menjadi salah satu program unggulan yang diminati masyarakat Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.
Melalui program tersebut, MTsN 1 Kebumen berharap dapat terus melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, berprestasi, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.

