Kebumen – Humas – Sebanyak 25 pasangan suami istri dengan usia pernikahan di bawah 10 tahun mengikuti kegiatan Layanan Keluarga Sakinah yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen di RM Bale Tradha Gombong, Selasa 9 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembekalan bagi pasangan muda untuk memperkuat fondasi rumah tangga agar mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan penguatan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah sepanjang hayat yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan, komitmen, dan tanggung jawab.
Menurut Anif, berbagai persoalan rumah tangga hendaknya diselesaikan sedini mungkin sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia mengingatkan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya melayani pencatatan nikah, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi, pendampingan, dan pembinaan keluarga.
“Masalah kecil dalam keluarga jangan dibiarkan berlarut-larut. Manfaatkan layanan konsultasi di KUA agar persoalan dapat diselesaikan sejak awal,” ujarnya.
Anif juga menyoroti sejumlah faktor pemicu perceraian, terutama persoalan komunikasi dan pengelolaan ekonomi keluarga. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal wajar karena setiap pasangan tumbuh dalam lingkungan dan pola asuh berbeda. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kunci utama menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Banyak perceraian diawali perselisihan sederhana yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Selain itu, pengelolaan ekonomi keluarga juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan suami istri,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi “Membangun Relasi Harmonis dalam Pernikahan” yang disampaikan oleh Amin Widodo, Penghulu Ahli Madya sekaligus Kepala KUA Kecamatan Petanahan. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif, saling percaya, kemampuan mengelola konflik secara dewasa, serta membangun empati dan kerja sama dalam kehidupan berumah tangga.
Menurut Amin, keluarga harmonis tidak tercipta secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen kedua belah pihak.
“Suami dan istri harus menjadi tim yang saling menguatkan. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dikelola dengan bijaksana demi kebaikan bersama,” jelasnya.
Selain materi tentang relasi pernikahan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai kekuatan keluarga dan kesehatan jiwa keluarga dari psikolog Yulia Tri Haryanti, S.Psi. Dalam paparannya, Yulia menjelaskan bahwa kondisi psikologis orang tua sangat memengaruhi tumbuh kembang anak serta kualitas hubungan dalam keluarga.
Ia menyebut keluarga sehat dibangun melalui komunikasi positif, rasa saling percaya, empati, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
“Kesehatan mental dalam keluarga sangat penting. Orang tua yang mampu mengelola emosi dengan baik akan lebih mudah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” terangnya.
Salah satu peserta, Jamal, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan keluarga sakinah sangat bermanfaat bagi pasangan suami istri dalam memperkuat fondasi rumah tangga.
“Kegiatan seperti ini sangat perlu dan penting. Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami, Kementerian Agama dapat memperbanyak kegiatan serupa agar semakin banyak keluarga memperoleh manfaat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Layanan Keluarga Sakinah ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen berharap pasangan suami istri semakin memahami pentingnya komunikasi, kesabaran, dan kerja sama dalam menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga muslim melalui penguatan layanan keluarga di Kantor Urusan Agama. Dengan keluarga yang harmonis dan tangguh, diharapkan akan lahir generasi penerus yang sehat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(Ir).



