KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Kemenag Kebumen Bekali Calon Pekerja Migran Cara Menjaga Keluarga Tetap Harmonis Saat LDR

Kebumen – Humas – Bekerja di luar negeri membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan kerja dan kemampuan ekonomi. Ketahanan keluarga juga perlu dipersiapkan agar jarak tidak menjadi penghalang bagi keharmonisan rumah tangga. Pesan tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, saat menjadi narasumber pembekalan calon pekerja migran di Aula Si Pemikat Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, Senin (10/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Salim menyampaikan materi “Membangun Ketahanan Keluarga Pekerja Buruh Migran”. Ia mengingatkan, keputusan bekerja jauh dari keluarga dapat menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi pasangan suami istri yang harus menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).

Jarak dapat memunculkan kecemburuan, miskomunikasi, berkurangnya intensitas komunikasi, hingga rasa tidak aman dalam hubungan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak awal agar tujuan bekerja di luar negeri tidak justru menimbulkan persoalan dalam keluarga.

Menurut Salim, kepercayaan menjadi fondasi penting bagi pasangan pekerja migran. Kepercayaan perlu dibangun melalui kejujuran, keterbukaan, serta kesepakatan bersama sebelum pasangan menjalani kehidupan secara berjauhan.

Ia juga mendorong calon pekerja migran menyusun rencana keluarga bersama pasangan. Rencana tersebut dapat mencakup tujuan bekerja, pengelolaan keuangan, kebutuhan keluarga, hingga komunikasi selama berada di luar negeri.

Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kedekatan emosional. Panggilan video, pesan singkat, dan komunikasi rutin menjadi sarana sederhana untuk tetap terhubung dengan pasangan dan keluarga. Kesabaran dari kedua pihak diperlukan agar perbedaan waktu, kesibukan, maupun jarak geografis tidak membuat komunikasi terputus.

Salim menjelaskan, kehidupan berkeluarga pada dasarnya diarahkan untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Keluarga juga menjadi ruang untuk menjalankan ajaran agama, menjaga kehormatan, serta mempersiapkan generasi penerus.

Untuk membangun keluarga sakinah, Salim memperkenalkan lima pilar, yaitu zawaj atau berpasangan, mitsaqan ghalizhan atau janji yang kokoh, mu’asyarah bil ma’ruf atau memperlakukan pasangan secara bermartabat, musyawarah, serta saling rida.

Kelima pilar tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi pasangan yang harus menjalani rumah tangga dari jarak jauh. Komunikasi, kesepakatan, dan sikap saling menghargai menjadi kunci menjaga hubungan tetap kuat.

Selain itu, Salim menekankan pentingnya keadilan dan kesalingan dalam keluarga. Suami dan istri perlu memandang hubungan sebagai kemitraan, bukan hubungan sepihak. Setiap pihak memiliki peran, tanggung jawab, serta kesempatan untuk saling mendukung.

“Keluarga harus dibangun atas dasar kemitraan dan kerja sama. Ada keseimbangan, kebersamaan, dan kesepenanggungan antara suami dan istri,” pesannya.

Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pekerja migran secara lebih menyeluruh. Selain kesiapan keterampilan dan ekonomi, kesiapan mental serta ketahanan keluarga perlu mendapat perhatian sebelum keberangkatan.

Melalui pembekalan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen turut mendorong calon pekerja migran agar mampu bekerja secara profesional di luar negeri sekaligus tetap menjaga keharmonisan keluarga. Harapannya, keberangkatan untuk mencari penghidupan dapat membawa manfaat ekonomi tanpa mengurangi ketahanan dan keutuhan keluarga.(Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen