Kebumen – Humas –Mahmud Fauzi, resmi dilantik sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kebumen periode 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, di Pendopo Kabumian, Jumat 12 Juni 2026.
Selain Mahmud Fauzi, turut dilantik Irfangi, sebagai Wakil Ketua I, Sri Hari Susanti, sebagai Wakil Ketua II, Sairun, sebagai Wakil Ketua III, serta H. Hartono, sebagai Wakil Ketua IV. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pimpinan Baznas terlantik. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tugas mulia sehingga harus dijalankan dengan keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab.
“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus Baznas Kabupaten Kebumen. Pelantikan ini merupakan amanah mulia. Saya percaya Bapak dan Ibu akan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kebumen,” ujar Lilis Nuryani.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Baznas periode sebelumnya atas dedikasi serta kontribusi selama menjalankan tugas.
“Terima kasih atas kerja keras dan pengabdian selama ini. Semoga seluruh kebaikan dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Lilis menegaskan, Baznas memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dana zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara amanah serta disalurkan tepat sasaran untuk membantu masyarakat membutuhkan.
“Baznas hadir sebagai solusi nyata. Dana umat dapat dimanfaatkan untuk bantuan modal usaha, biaya pendidikan, jaminan kesehatan, hingga bantuan sosial lainnya. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara jujur, transparan, dan profesional,” tegasnya.
Ia juga meminta kepengurusan baru lebih aktif menggali potensi zakat di Kabupaten Kebumen melalui pendekatan jemput bola kepada para calon muzakki.
“Ketuk pintu instansi, dunia usaha, komunitas, maupun perorangan. Potensi zakat di Kebumen masih sangat besar. Edukasi masyarakat agar menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya semakin luas,” pesannya.
Selain memperkuat penghimpunan zakat, Baznas juga didorong meningkatkan pelayanan hingga menjangkau masyarakat di tingkat desa. Pendampingan kepada mustahik dinilai penting agar bantuan dapat mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Kita perlu bersinergi. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, ulama, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama. Dengan kebersamaan, pengentasan kemiskinan di Kebumen dapat dipercepat,” kata Lilis.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, berharap kepengurusan Baznas di bawah kepemimpinan Mahmud Fauzi mampu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat.
Menurut Anif, potensi zakat di Kabupaten Kebumen masih sangat besar sehingga perlu dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Baznas diharapkan menjadi lembaga yang semakin profesional, akuntabel, dan terpercaya sehingga mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen,” ungkap Anif.
Ia menambahkan, sinergi antara Baznas, Kantor Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten, tokoh agama, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas dampak program-program pemberdayaan.
Pelantikan pimpinan Baznas Kabupaten Kebumen turut dihadiri unsur Forkompimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, pimpinan lembaga keagamaan, serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Mahmud Fauzi diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai lembaga resmi pengelola dana umat.
Melalui kerja kolaboratif dan pelayanan profesional, Baznas Kabupaten Kebumen diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi umat serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.



