Kebumen – Humas – Tangis haru bercampur gelak tawa mewarnai Akhirussanah dan Pelepasan Murid Kelas VI MIN 3 Kebumen, Kamis 11 Juni 2026. Suasana perpisahan terasa berbeda ketika puluhan murid tampil kompak menyanyikan lagu Rungkad, yang dipopulerkan Happy Asmara, dengan lirik yang diubah khusus sebagai ungkapan terima kasih kepada para guru.
Dengan penuh semangat, para murid membawakan lagu tersebut diiringi grup band “Mintel”, band kebanggaan MIN 3 Kebumen yang beranggotakan guru dan murid. Penampilan itu langsung menyita perhatian seluruh hadirin.
Bukan hanya murid yang larut dalam suasana. Para guru, orang tua, tamu undangan, hingga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin turut berdiri sambil bergoyang kecil mengikuti alunan musik. Sesekali terdengar sorakan dan tepuk tangan mengiringi penampilan penuh makna tersebut.
Lirik lagu yang dimodifikasi menggambarkan perjalanan enam tahun murid bersama para guru di MIN 3 Kebumen.
“Pancen aku kudu sekolah, selalu percoyo mergo, nggo sangu mulyo. Saiki aku wes sadar, MIN tigaku sangat cintaimu,” demikian sepenggal lirik yang dinyanyikan bersama.
Bagian reff menjadi momen paling mengharukan.
“Singkat waktu berjalan, pisahan karo sing paling tersayang. Guruku tersayang, ngenes tenan, tangis-tangisan. Lanjut sekolah, jasamu akan selalu kukenang. Terima kasihku kepadamu, Guru…”
Tak sedikit wali murid tampak menyeka air mata saat menyaksikan persembahan tersebut. Penampilan sederhana itu seolah menjadi representasi rasa cinta, hormat, dan terima kasih murid kepada guru yang telah mendampingi mereka selama enam tahun.
Akhirussanah tahun ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa belajar 60 murid kelas VI MIN 3 Kebumen. Seluruh murid dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bahagia melihat perkembangan madrasah ibtidaiyah di tengah masyarakat.
“Saya hari ini sangat bahagia karena acara akhirussanah ini menjadi bagian dari syiar madrasah. Saat ini masyarakat semakin banyak memilih MI dan sekolah berciri khas Islam. Terima kasih kepada seluruh guru, kepala madrasah, jajaran komite, serta masyarakat sekitar atas dedikasinya,” ujarnya.
Menurut Anif, tugas guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendidik dan memberikan keteladanan.
“Salah satu amal jariah adalah ilmu yang bermanfaat. Selamat kepada para wali murid. Alhamdulillah prestasi anak-anak juga sangat baik dan tidak mengecewakan, termasuk hasil TKA numerasi dan literasi bahasa,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kepala MIN 3 Kebumen, Agustina Laelatul Fitriyani, secara resmi menyerahkan kembali 60 murid kepada orang tua masing-masing.
“Enam tahun lalu Bapak dan Ibu mempercayakan putra-putrinya kepada kami untuk dididik dan dibimbing. Hari ini, dengan rasa syukur, amanah tersebut telah kami tunaikan. Kami serahkan kembali anak-anak dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak. Terima kasih atas kepercayaan serta sinergi luar biasa selama ini,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pendampingan kepada peserta didik.
Di hadapan para lulusan, Agustina berpesan agar semangat belajar terus dijaga.
“Jangan pernah berhenti belajar. Jagalah akhlak di mana pun kalian melanjutkan pendidikan. Hormati guru, sayangi orang tua, dan gantungkan cita-cita setinggi langit. Atribut MIN 3 Kebumen boleh dilepas, tetapi karakter Islami harus tetap melekat,” pesannya.
Selain melepas murid, MIN 3 Kebumen juga memaparkan sejumlah capaian membanggakan sepanjang Tahun Ajaran 2025/2026.
Pada bidang lingkungan hidup, MIN 3 Kebumen berhasil meraih Juara II Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Kebumen. Prestasi tersebut menjadi modal penting menuju penilaian Sekolah/Madrasah Adiwiyata tingkat Nasional pada 2027.
“Kami memohon doa dan restu agar MIN 3 Kebumen dapat melaju ke Adiwiyata Nasional. Ini bukan hanya kebanggaan madrasah, tetapi juga kebanggaan masyarakat Kebumen,” ungkap Agustina.
Dalam bidang akademik, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan capaian menggembirakan. Nilai rata-rata murid MIN 3 Kebumen tercatat berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.
Nilai tertinggi mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 93,33, sedangkan Matematika mencapai 83,33.
Prestasi nonakademik pun turut mengharumkan nama madrasah. Pada ajang Porseni tingkat KKM SPP, Clara Felicia Anggraeni meraih Juara I Lari Marathon 1.000 meter, Zulfa meraih Juara I Tolak Peluru, sedangkan Anjumul Munia memperoleh Juara II Pidato Bahasa Arab.
Pada akhir kegiatan, madrasah juga memberikan penghargaan kepada murid berprestasi kelas VI.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala MIN 3 Kebumen Nomor 15 Tahun 2026, Ainun Najwa Tazkiyah menjadi peringkat pertama kelas VI A dengan rata-rata nilai 93. Posisi kedua diraih Anjumul Munia dengan nilai 91,72, disusul Afiqa Mizanina Zain dengan nilai 91,3.
Sementara itu, Clara Felicia Anggraeni meraih peringkat pertama kelas VI B dengan rata-rata nilai 92,98. Peringkat kedua ditempati Ainun Nafisatiz Zuhroh dengan nilai 92,97, sedangkan Naura Hasna Annida berada pada posisi ketiga dengan nilai 90.
Akhirussanah MIN 3 Kebumen tahun ini bukan sekadar seremoni pelepasan murid. Lagu “Rungkad” versi perpisahan, tangis haru, deretan prestasi, serta semangat menuju Adiwiyata Nasional menjadi gambaran bahwa madrasah terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam akademik, kaya prestasi, peduli lingkungan, sekaligus hangat dalam membangun ikatan kekeluargaan.
MIN 3 Kebumen, Siramah Mutu Mendunia.



