KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KEBUMEN

Sosialisasi KMA 1503 dan RDM, Kemenag Kebumen Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

Kebumen – Humas – Perubahan kurikulum merupakan hal yang niscaya seiring perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, saat membuka kegiatan Sosialisasi Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1503 Tahun 2025 serta implementasi Aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) bagi para Waka Kurikulum dan operator Madrasah Ibtidaiyah di lingkungan Kemenag Kebumen. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, di aula setempat.

Menurut Anif, perubahan kurikulum harus dipahami sebagai upaya menyesuaikan pendidikan dengan dinamika kehidupan modern, termasuk digitalisasi yang semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan.

“Uang saja sekarang serba digital. Maka manusia harus mampu mengendalikan digitalisasi agar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan mudarat,” tegasnya.

Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Asta Prioritas Kemenag

Dalam arahannya, Anif menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu elemen penting dalam Asta Prioritas Kemenag. Kurikulum ini menitikberatkan pada nilai kemanusiaan, kepedulian, dan perhatian yang tulus dalam proses pembelajaran.

“Kalau cinta itu pasti membawa kebahagiaan. Dalam pendidikan, cinta tercermin dari perhatian, kepedulian, serta kesungguhan guru dalam membimbing murid. Inilah semangat Kurikulum Berbasis Cinta,” jelasnya.

Kurikulum ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kecintaan terhadap Allah, ilmu, lingkungan, sesama manusia, dan tanah air. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan madrasah yang humanis dan berakar pada budaya bangsa.

Digitalisasi Penting, tetapi Peran Guru Tak Tergantikan

Anif juga menyoroti era digital yang kini mengubah cara manusia bekerja dan belajar. Meskipun digitalisasi mempermudah layanan dan administrasi pendidikan, namun ada satu hal yang ia tegaskan tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“Guru tetap memiliki peran yang tidak tergantikan secara digital. Teknologi membantu, tetapi sentuhan cinta, perhatian, dan ketulusan guru tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin,” ungkapnya.

Karenanya, ia berharap peserta sosialisasi mampu mengombinasikan pendidikan humanis dengan penguasaan teknologi, sehingga madrasah di Kebumen mampu menghadirkan pembelajaran mendalam yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Harapan untuk Madrasah Ibtidaiyah di Kebumen

Dalam kegiatan itu, Anif menyampaikan beberapa harapan:

  • Madrasah mampu menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dan utuh.
  • Guru dan operator memahami perannya masing-masing dalam mendukung pembelajaran yang efektif.
  • Digitalisasi madrasah dimanfaatkan secara bijak agar meningkatkan layanan pendidikan.
  • Madrasah Ibtidaiyah di Kebumen dapat menjadi teladan dalam penguatan karakter dan pembelajaran humanis.

Anif menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh guru dan pengelola madrasah terus berkomitmen menghidupkan nilai cinta dalam proses pendidikan.

“Jika guru mengajar dengan cinta, maka madrasah akan tumbuh penuh kebahagiaan. Dari sinilah lahir generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
ℹ️
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen