KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Salim Wazdy: Guru Masa Kini Tak Cukup Mengajar, Harus Menginspirasi dan Membangun Karakter

Kebumen – Humas – Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi mengubah cara muridbelajar, berpikir, dan berinteraksi. Kondisi ini menuntut guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu membangun karakter, menumbuhkan nalar kritis, serta menjadi teladan bagi generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, dalam Seminar Nasional How to Be A Great Teacher bertema “Menjadi Pendidik yang Mampu Menginspirasi dan Menggerakkan Generasi Bangsa” di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Jumat (31/7/2026).

Menurut Salim, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya datang dari pesatnya perkembangan teknologi, tetapi juga perubahan budaya di tengah masyarakat. Budaya serba instan, pola hidup konsumtif, serta dominasi media sosial turut memengaruhi cara berpikir dan perilaku peserta didik.

“Tantangan guru saat ini bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan nalar kritis di tengah budaya instan, konsumtif, dan dominasi media sosial,” tegasnya.

Ia menjelaskan, banyak murid terbiasa memperoleh informasi secara cepat sehingga kurang terbiasa melakukan proses berpikir mendalam. Karena itu, pembelajaran harus mampu mendorong rasa ingin tahu, kemampuan menganalisis, serta keberanian menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Menurut Salim, guru inspiratif bukan sekadar menyampaikan materi di ruang kelas. Guru harus menjadi teladan melalui integritas, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Sikap tersebut akan lebih mudah membentuk karakter muriddibandingkan sekadar nasihat.

Selain menjadi teladan, guru juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Suasana belajar seperti itu akan mendorong muridlebih percaya diri, kreatif, serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ia menambahkan, pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi. Nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, gotong royong, serta sikap saling menghargai harus terus ditanamkan melalui setiap proses pembelajaran.

Di sisi lain, guru juga dituntut terus meningkatkan kompetensi. Kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, memahami karakter generasi digital, serta beradaptasi terhadap perubahan menjadi bekal penting agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Guru inspiratif tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui, tetapi juga menginspirasi muridmenjadi pribadi yang berkarakter, berpikir kritis, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Mengakhiri pemaparannya, Salim mengingatkan filosofi pendidikan Jawa “guru digugu lan ditiru”. Menurutnya, kepercayaan masyarakat kepada guru lahir dari keteladanan, bukan hanya dari penguasaan ilmu.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kebumen, Moh. Amirudin, mewakili Bupati Kebumen, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari peran guru.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik yang terus mengembangkan kompetensi di tengah perubahan dunia pendidikan. Pemerintah Kabupaten Kebumen, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kapasitas guru sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul.

Seminar nasional yang diselenggarakan Teacher Preneur Nusantara ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarpendidik. Lebih dari sekadar forum ilmiah, kegiatan tersebut mengingatkan bahwa peran guru akan selalu menjadi penentu lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen