Kebumen – Humas – Pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab membimbing, menanamkan nilai, dan membentuk karakter murid agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja (Raker) Persiapan Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula MAN 4 Kebumen, Senin (6/7/2026).
“Mendidik itu bukan hanya transfer ilmu, melainkan juga membimbing anak murid,” tegas Anif di hadapan para peserta.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut proses pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar mendalam sekaligus bermakna. Karena itu, guru perlu mengimplementasikan pendekatan deep learning yang mencakup tiga prinsip utama, yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.
Anif menjelaskan, mindful learning mengajak guru dan peserta didik hadir secara utuh dalam proses pembelajaran. Sementara meaningful learning mendorong peserta didik memahami materi secara kritis, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Adapun joyful learning menghadirkan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mampu memotivasi peserta didik untuk terus berkembang.
Ia menambahkan, ketiga pendekatan tersebut perlu dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui penguatan nilai-nilai Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan.
Menurut Anif, nilai-nilai tersebut perlu diinsersikan ke dalam setiap mata pelajaran agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik secara utuh.
“Tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi atau mengejar nilai akademik semata. Guru juga bertanggung jawab mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, mampu berpikir kritis, dan memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, bangsa, serta Tuhannya,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Anif, setiap proses pembelajaran hendaknya menjadi ruang untuk menanamkan nilai, membangun kebiasaan baik, dan mendampingi peserta didik menghadapi berbagai tantangan perkembangan diri.
Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Persiapan Tahun Ajaran 2026/2027 yang diikuti 78 guru MAN 4 Kebumen. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta menyusun langkah strategis dalam menghadirkan layanan pendidikan madrasah yang semakin berkualitas pada tahun ajaran baru.
Melalui kegiatan tersebut, Anif berharap seluruh pendidik MAN 4 Kebumen semakin siap mengimplementasikan deep learning yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan pendekatan itu, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.(Mad).

