KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KEBUMEN

Pengelolan Zakat Produktif Kebumen Jadi Rujukan, UPZ Kemenag Sleman Lakukan Studi Tiru

Kebumen – Humas – Pengelolaan zakat tidak lagi hanya soal menghimpun dan menyalurkan. Di Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, zakat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan kemandirian umat. Praktik inilah yang menarik perhatian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Kabupaten Sleman untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke UPZ Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Rabu 14 Januari 2026.

Kunjungan ini dijadikan sebagai ruang dialog terbuka untuk menyelami bagaimana zakat dikelola secara produktif, terencana, dan berorientasi pada dampak jangka panjang bagi mustahik. Tidak hanya bertukar data, forum ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman lapangan yang telah teruji.

Mewakili Kepala Kankemenag Kebumen, Kasubbag Tata Usaha H. Salim Wazdy menyambut hangat rombongan dari Sleman. Ia menegaskan bahwa silaturahmi antar-UPZ merupakan energi penting dalam memperkuat tata kelola zakat di lingkungan Kementerian Agama.

“Silaturahmi ini bukan hanya kunjungan, tetapi ikhtiar bersama agar zakat benar-benar memberi keberkahan dan manfaat luas bagi umat,” tuturnya.

Dalam paparannya, H. Salim Wazdy juga mengulas kekuatan kelembagaan Kemenag Kebumen, mulai dari sumber daya manusia hingga satuan kerja yang menopang jalannya program. Menurutnya, keberhasilan UPZ tidak lepas dari kerja kolektif yang didukung publikasi yang baik.

“Program yang baik perlu disampaikan dengan baik pula. Publikasi menjadi jembatan kepercayaan antara UPZ dan masyarakat,” jelasnya sembari mengajak peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang belajar bersama.

Dari pihak tamu, Pelaksana Tugas Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Sleman, Ali Afandi, memperkenalkan seluruh anggota rombongan sekaligus memaparkan kondisi dan tantangan pengelolaan UPZ di Sleman. Ia mengungkapkan bahwa Kebumen dipilih sebagai tujuan studi tiru karena konsistensinya dalam mengembangkan zakat produktif.

Nuansa praktik lapangan semakin terasa saat Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Kebumen Fahrudin memaparkan berbagai produk Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) binaan UPZ Kemenag Kebumen. Mulai dari ternak kambing, produksi manggleng, hingga usaha lanting, seluruh program dirancang untuk mendorong mustahik naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri.

Ia juga menjelaskan arah program kerja Garazawa dalam memastikan pendampingan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.

Diskusi interaktif menjadi puncak kegiatan. Perwakilan UPZ Sleman aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait strategi menjaga keberlangsungan usaha mustahik. Pengalaman konkret dibagikan oleh penyuluh KUA Ambal, yang membeberkan kunci keberhasilan pendampingan PEU, mulai dari ketepatan kriteria penerima, pendekatan personal, hingga monitoring usaha secara berkala.

Paparan tersebut diperkuat oleh pendamping PEU produksi lanting dan manggleng yang mengulas dinamika di lapangan, tantangan pemasaran, serta inovasi agar produk lokal mampu bertahan dan berkembang.

Melalui studi tiru ini, Kemenag Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata. Diharapkan, pertukaran praktik baik ini menjadi awal dari penguatan jejaring UPZ antar daerah, demi mewujudkan zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. (Sani).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
ℹ️
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen