Kebumen – Humas – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, meminta Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kebumen turut mengajarkan nilai Panca Cinta kepada murid sekolah. Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Guru PAI di lingkungan Kemenag Kebumen, Senin 12 Januari 2026.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin menjelaskan Panca Cinta sebagai kerangka nilai utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini dirancang untuk memperkuat karakter murid melalui proses internalisasi nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan secara seimbang.
Panca Cinta pertama, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, menjadi fondasi spiritual sekaligus pembentuk akhlak mulia. Nilai ini mengarahkan murid menyadari kehadiran dan kasih sayang Ilahi, sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.
Panca Cinta kedua, cinta ilmu, menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Murid didorong menghargai ilmu sebagai cahaya peradaban, memuliakan guru serta ulama, dan memandang proses menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah.
Panca Cinta ketiga, cinta diri dan sesama, menekankan penghargaan terhadap potensi diri serta tanggung jawab menjaga kesehatan fisik dan mental. Nilai ini juga membina hubungan sosial positif, empatik, serta berlandaskan kasih sayang di tengah keberagaman.
Panca Cinta keempat, cinta lingkungan, menanamkan kesadaran ekologis sebagai wujud tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan. Murid diajak peduli pada kelestarian alam, membangun gaya hidup berkelanjutan, serta menjaga harmoni dengan seluruh makhluk hidup.
Panca Cinta kelima, cinta tanah air, memperkuat kesadaran kebangsaan. Nilai ini mengajak murid menghargai keberagaman Indonesia, menjaga persatuan, serta mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui Panca Cinta, Anif berharap pendidikan agama tidak berhenti pada penguasaan materi ajar, tetapi mampu membentuk pribadi beriman, berilmu, berakhlak, peduli lingkungan, serta memiliki komitmen kebangsaan kuat.
Anif menegaskan peran strategis Guru PAI dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguatan karakter peserta didik tidak cukup melalui transfer pengetahuan, tetapi memerlukan internalisasi nilai secara berkelanjutan.
“Terima kasih atas pengabdian para Guru PAI. Pemerintah memang belum mampu mengangkat semuanya menjadi ASN, namun dedikasi panjenengan tetap menjadi fondasi penting pendidikan karakter bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Agama memiliki kekhasan dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum terbaru tidak hanya berorientasi capaian akademik, tetapi menekankan proses penjiwaan nilai sebagai bagian dari pembentukan akhlak dan kepribadian murid.
Anif juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama tidak berada dalam skema otonomi daerah. Kondisi tersebut menuntut sinergi kuat antara pusat dan daerah agar arah kebijakan pendidikan keagamaan tetap sejalan dan berdampak luas.
Turut hadir memberikan sambutan, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kebumen, H. Teguh Supriyantoro. Ia menekankan pentingnya peran Guru PAI sebagai contoh nyata dalam sikap, perilaku, dan etos kerja di lingkungan sekolah.
Menurut Teguh, Guru PAI memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan sehari-hari. Nilai keagamaan akan lebih mudah diterima ketika guru mampu menghadirkannya secara konsisten dalam tutur kata, cara bersikap, serta interaksi sosial.
Melalui pembinaan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen berharap Guru PAI semakin siap memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai cinta secara utuh, serta berkontribusi mencetak generasi beriman, berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan.


