Kebumen – Humas – Penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan keagamaan karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Peran ini menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, saat menjadi pembina Apel Penghormatan Bendera dan Doa Bersama di halaman Kemenag Kebumen, Rabu 17 Desember 2025.
Anif menegaskan, bahwa ujung tombak harus selalu runcing. Penyuluh agama perlu terus mengasah kompetensi, baik dalam penguasaan materi keagamaan maupun kemampuan menyampaikan pesan secara tepat. Menurutnya, keterbatasan dalam ceramah tidak menjadi penghalang untuk berdakwah.
“Jika tidak semua penyuluh memiliki kemampuan ceramah, gunakan media lain. Manfaatkan media sosial untuk membanjiri ruang digital dengan ajaran agama yang benar,” ujar Anif.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh agama dalam melawan informasi keliru. Berbagai hoaks terus bermunculan, mulai dari isu keagamaan, kesehatan, hingga informasi resmi instansi pemerintah. Penyuluh agama diharapkan hadir sebagai sumber rujukan yang menenangkan, mencerdaskan, dan dapat dipercaya masyarakat.
Dalam arahannya, Anif juga mendorong kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memperkuat koordinasi dengan penyuluh agama. Sinergi dinilai penting guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Setiap unsur memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam mendukung visi dan misi Kementerian Agama.
Mengakhiri amanatnya, Anif mengajak seluruh jajaran untuk melayani masyarakat dengan semangat, dedikasi, serta menjunjung tinggi integritas. Nilai tersebut harus menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama.


