KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KEBUMEN

Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Strategi Kemenag Kebumen Lawan Bullying di Madrasah

Kebumen – Humas – Fenomena saling mengejek, merendahkan, hingga perundungan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Kementerian Agama. Kondisi tersebut mendorong penguatan pendidikan karakter agar peserta didik tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menjunjung empati.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, saat membuka Workshop Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 4 Kebumen, Kamis 8 Januari 2026. Kegiatan diikuti guru dan tenaga kependidikan MTsN 4 Kebumen.

Dalam kesempatan tersebut Anif menegaskan madrasah harus menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik serta bebas dari praktik perundungan. Menurutnya, pendidikan tidak cukup berorientasi pada capaian akademik, namun perlu membentuk karakter dan kepekaan sosial.

“Madrasah idealnya menjadi tempat menyenangkan bagi anak, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut. Nilai cinta, empati, dan saling menghargai perlu hadir dalam setiap proses pembelajaran,” ujar Anif.

Ia menyebut KMA 1503 Tahun 2025 sebagai pijakan strategis dalam penguatan moderasi beragama dan pembentukan akhlak mulia di lingkungan madrasah. Penguatan karakter, lanjut Anif, tidak dapat berjalan sendiri. Perlu sinergi erat antara madrasah dan keluarga agar nilai positif tertanam sejak dini.

Pada kesempatan sama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kebumen, H. Mulyono, turut memberikan penguatan. Ia menilai kurikulum berbasis cinta harus dipahami secara utuh serta diterapkan konsisten oleh seluruh pendidik.

“Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi menanamkan nilai. Kurikulum berbasis cinta menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah bullying sekaligus membangun karakter peserta didik sejak dini,” kata Mulyono.

Mulyono menambahkan, implementasi KMA 1503 mendorong pembelajaran yang menumbuhkan sikap saling menghormati, kepedulian, serta empati antarsesama warga madrasah. Ia berharap guru mampu menjadi teladan dalam membangun komunikasi positif di lingkungan belajar.

Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama, pendidikan madrasah terus diarahkan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga melembutkan hati. Melalui pendekatan tersebut, madrasah diharapkan melahirkan generasi cerdas, berakhlak, serta berani menolak segala bentuk perundungan.

Workshop ini membekali peserta dengan pemahaman konseptual sekaligus praktik penerapan kurikulum berbasis cinta. Materi mencakup strategi pencegahan bullying, penguatan komunikasi positif, serta pembiasaan budaya saling menghargai di lingkungan madrasah.

Kemenag Kebumen berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan madrasah, sehingga tercipta suasana belajar kondusif dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. (Ir).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
ℹ️
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen