Penyuluh Buddha Kabupaten Kebumen – Setiap manusia memiliki harapan dan tujuan di dalam hidupnya. dengan usaha yang giat kerja keras berusaha untuk mewujudkannya, tetapi sayangnya tidak semua hal bisa terwujud sesuai harapan dan keinginan kita. Sehingga memunculkan kekecewaan dan kemarahan dalam diri, bahkan bisa menimbulkan depresi dalam diri jika tidak bisa menerima kenyataan yang ada.
ketika keinginan atau harapan tidak tercapai dan kita tidak mengetahui maka muncul prasangka-prasangka yang mengkambing hitamkan hal-hal yang ada di luar diri kita. Misalkan menyalahkan kondisi keluarga kita, teman-teman kita dan bahkan bisa saja menyalahkan Tuhan atas kegagalan atau kondisi yang kita hadapi.
Tetapi ketika kita belajar Dharma, Ajaran Buddha maka kita akan dapat melihat bahwa segala sesuatu, entah itu keberhasilan atau kegagalan kita tergantung hasil dari perbuatan kita. Buddha menyampaikan dalam kitab Itivuttaka 22:
“Mereka yang melakukan perbuatan buruk, Menuai hasil buruk.
Mereka yang melakukan perbuatan baik, Menuai hasil baik.
Dengan melakukan perbuatan baik,Seseorang terlahir di alam bahagia;
Dengan melakukan perbuatan buruk,Seseorang jatuh ke alam sengsara”.
Dalam petikan sutta diatas kita dapat belajar bahwa ketika gagal mencapai sesuatu harapan dan keinginan maka bukan kesalahan orang lain, Keluarga, saudara, teman atau bahkan Tuhan yang tidak mau membantu atau mendukung kita, tetapi karena kurangnya kebajikan kita dan hasil perbuatan masa lampau yang telah kita lakukan. karena ketika memang kondisi dan kebajikan kita cukup dan karma masa lalu kita baik, tanpa kita minta dukungan dari orang lain, maka mereka akan datang sendiri untuk membantu dan menolong kita dan harapan keinginan kita tercapai tanpa ada halangan.
Oleh karena itu, ketika kita memiliki harapan dan keinginan maka harus mengkondisikan pikiran dan perbuatan kita yang dapat mendukung agar keinginan dan harapan menjadi kenyataan dan terus menambah kebajikan-kebajikan yang baru. Buddha bersabda:
“Makhluk-makhluk adalah pemilik kamma, pewaris kamma, terlahir dari kamma, berkerabat dengan kamma, berlindung pada kamma. Kamma-lah yang membedakan makhluk-makhluk menjadi rendah dan luhur.” (Majjhima Nikāya 135 – Cūlakammavibhanga Sutta)
Dengan kita belajar Dharma dan memahami hukum Kamma, Maka akan menjadi lebih dewasa dan Bijaksana, karena dengan memahami Hukum Kamma kita belajar bertanggung jawab pada setiap perbuatan yang kita lakukan, Baik melalui Ucapan, Pikiran dan badan Jasmani. Ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai harapan dan keinginan, tidak perlu meratapi nasib dan sibuk mencari siapa yang salah dan siapa yang bisa dipersalahkan, tetapi dengan berani menghadapi masalah karena kita tahu setiap hal yang terjadi adalah hasil dari perbuatan kita sendiri.
Teguh Prassetya
Penyuluh Buddha Kab. kebumen


