KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Go-Tren IV Hadir di Ponpes Al-Huda Jetis, Ratusan Santri Antusias Ikuti Senam dan Cek Kesehatan

Kebumen – Humas – Ratusan santri memenuhi halaman Pondok Pesantren Al-Huda Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Jumat (28/8/2026). Dengan gerakan penuh semangat, mereka mengikuti Senam Santri sebagai pembuka Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren (Go-Tren) Tahap IV.

Sekitar 300 santri mengikuti kegiatan tersebut dengan suasana ceria. Sebagian lainnya tetap mengikuti pembelajaran di sekolah. Berdasarkan data pesantren, Ponpes Al-Huda Jetis saat ini menaungi sekitar 1.456 santri putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Senam menjadi pembuka rangkaian Go-Tren IV sebelum para santri mengikuti kegiatan lain, seperti ro’an atau kerja bakti bersama, pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan Pesantren Ramah Anak. Berbagai kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan lembaga terkait sebagai bentuk pembinaan bersama bagi para santri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, hadir bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fahrudin. Turut mengikuti kegiatan Kabid SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Martiyono, mewakili Bupati Kebumen. Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru, perwakilan Forum Komunikasi Pondok Pesantren, unsur KUA, Penyuluh Agama Islam, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sejumlah instansi lainnya.

Di hadapan para santri, Anif mengingatkan bahwa kesehatan menjadi salah satu bekal untuk menuntut ilmu dan mengembangkan masa depan.

“Untuk bisa ngaji juga harus sehat. Karena itu, kesehatan harus dijaga. Bahagia bisa membuat kita sehat, dan bergerak juga bisa membuat kita bahagia,” ujar Anif.

Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, termasuk para santri. Karena itu, semangat belajar dan mengaji harus terus dijaga sejak sekarang.

“Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Mulai sekarang harus semangat belajar dan semangat mengaji. Apa pun profesi kalian kelak, semuanya harus dilandasi semangat santri, yaitu iman dan takwa,” pesannya.

Anif mendoakan para santri Al-Huda Jetis dapat tumbuh menjadi generasi sukses sesuai bidang dan profesi masing-masing. Namun, keberhasilan tersebut harus tetap berpijak pada nilai keimanan, ketakwaan, serta karakter luhur seorang santri.

Sementara itu, Martiyono menyampaikan salam dari Bupati Kebumen sekaligus mengapresiasi terselenggaranya Go-Tren IV. Ia menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kebumen, Kementerian Agama, dan berbagai pihak untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren.

“Kita semua tentu memiliki harapan yang sama, bagaimana pesantren terus berkembang dan menjadi semakin baik. Alhamdulillah, hari ini kita bisa bertemu langsung dengan para santri dalam rangkaian Go-Tren,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Martiyono mengajak para santri mengikuti sebuah ilustrasi sederhana menggunakan lima jari tangan. Ia meminta santri membayangkan sedang menulis dengan menggunakan kelima jari sekaligus.

“Coba bayangkan, kalian menulis menggunakan lima jari. Bagaimana hasilnya? Tentu tulisan akan lebih mudah dan maksimal,” ajaknya.

Setelah itu, Martiyono meminta santri melepaskan satu per satu jari tersebut. Kelingking dilepaskan terlebih dahulu. Kemudian jari manis, jari tengah, hingga jari telunjuk. Setiap kali satu jari dilepas, ia meminta santri membayangkan kembali bagaimana kemampuan tangan untuk menulis.

“Kalau satu jari dilepas, apakah masih bisa menulis? Bagaimana hasilnya? Kemudian lepaskan lagi satu per satu. Saat jari semakin berkurang, kemampuan tangan tentu tidak lagi optimal,” jelasnya.

Dari ilustrasi tersebut, Martiyono mengajak para santri memahami pentingnya memanfaatkan seluruh potensi pada masa belajar. Menurutnya, usia santri saat ini merupakan masa tepat untuk mengembangkan kemampuan, memperbanyak ilmu, serta mempersiapkan masa depan.

“Karena itu, masa kalian sekarang adalah masa untuk belajar. Optimalkan semuanya untuk belajar. Insyaallah, jika seluruh potensi digunakan secara maksimal, hasilnya juga akan lebih baik,” pesannya.

Pesan tersebut mendapat perhatian para santri. Bagi mereka, kegiatan Go-Tren tidak hanya menghadirkan pembinaan, tetapi juga pengalaman berbeda di tengah rutinitas belajar dan mengaji.

Fatha Hilal Sabana, perwakilan santri putra asal Karangsambung, mengaku senang dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Santri ini memiliki cita-cita, mulai ingin menjadi seorang tentara nantinya.

“Saya senang ikut kegiatan ini. Ada senam jadi lebih semangat, tidak mengantuk. Kami juga senang karena bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkapnya.

Antusiasme serupa disampaikan Unfiatun Azizah, santri putri Al-Huda asal Jakarta Barat. Murid SMA VIP Al-Huda tersebut menjalani pendidikan formal sekaligus mondok di pesantren. Ia bercita-cita menjadi dokter.

“Saya senang ikut senam karena seru. Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatannya menyenangkan,” tuturnya.

Pondok Pesantren Al-Huda Jetis dikenal memadukan sistem pendidikan salaf dan modern. Selain pendidikan kepesantrenan, Al-Huda juga memiliki lembaga pendidikan formal, antara lain SMP VIP Al-Huda, SMA VIP Al-Huda, dan SMK VIP Al-Huda.

Melalui Go-Tren IV, pembinaan terhadap santri tidak berhenti pada aspek pendidikan keagamaan. Kegiatan ini juga menyentuh kesehatan, kebersihan lingkungan, perlindungan anak, serta penguatan karakter.

Senam Santri pada pagi itu menjadi gambaran sederhana tentang semangat Go-Tren di Ponpes Al-Huda Jetis. Dimulai dengan gerakan bersama, para santri kemudian diajak menjaga kesehatan, memperkuat semangat belajar, serta menyiapkan diri untuk meraih cita-cita.

Dengan bekal ilmu, kesehatan, iman, dan takwa, para santri diharapkan mampu melangkah menuju masa depan sesuai pilihan profesinya masing-masing tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen