Kebumen – Humas – MAN 2 Kebumen kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang nonakademik. Dua murid madrasah tersebut berhasil lolos menjadi finalis Duta HIV Kabupaten Kebumen 2026 setelah melewati tahapan seleksi ketat di Grand Kolopaking Kebumen, Senin 18 Mei 2026.
Ajang seleksi diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Kebumen. Dari delapan murid perwakilan MAN 2 Kebumen yang mengikuti seleksi, dua peserta berhasil menembus babak akhir dan masuk jajaran 20 besar finalis.
Kedua finalis tersebut ialah Eghteen Zulia Rachma dari kelas X.2 dan Najma Nurraida Wisita dari kelas XI.5. Keberhasilan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN 2 Kebumen.
Proses seleksi berlangsung panjang dan kompetitif. Peserta mengikuti rangkaian tes mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pada tahap awal, seluruh peserta menjalani tes tertulis sebelum disaring menjadi 40 peserta terbaik untuk melaju ke sesi wawancara.
Dari tahapan tersebut, Eghteen dan Najma berhasil mempertahankan performa hingga akhirnya dinyatakan masuk 20 besar finalis Duta HIV Kabupaten Kebumen.
Sebanyak 20 finalis terdiri atas 10 peserta putra dan 10 peserta putri. Seluruh finalis berhak melaju ke grand final pemilihan Duta HIV Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (31/5/2026).
Pada malam puncak nanti, para finalis akan bersaing memperebutkan gelar juara utama serta sejumlah kategori penghargaan lainnya.
Kepala MAN 2 Kebumen, H. Akhmad Taukhid, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian para murid. Ia berharap keberhasilan tersebut mampu menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk terus berkembang dan berprestasi di berbagai bidang.
“Selamat dan sukses kepada seluruh peserta. Untuk Eghteen dan Najma, semoga pengalaman ini membawa manfaat dan mampu mengantarkan prestasi terbaik pada tahap berikutnya. Kami berharap keduanya dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan HIV di kalangan remaja maupun masyarakat,” ujarnya.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen MAN 2 Kebumen dalam mendukung pengembangan potensi murid, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan kesehatan remaja. (Meliana).

