Kebumen – Humas – Penguatan kehumasan dan publikasi menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Karena itu, setiap satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama didorong lebih aktif menyampaikan berbagai capaian dan prestasi kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus penguatan citra lembaga.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, saat membuka kegiatan In House Training (IHT) MAN 1 Kebumen di GOR MAN 1 Kebumen, Selasa (7/7/2026).
Dalam arahannya, Anif menegaskan bahwa madrasah tidak perlu ragu memperkenalkan berbagai keberhasilan yang telah diraih. Prestasi peserta didik, capaian guru, maupun keberhasilan alumni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan indikator kualitas pendidikan yang patut diketahui masyarakat.
“Madrasah jangan sungkan menunjukkan prestasinya kepada masyarakat. Prestasi murid, prestasi guru, hingga alumni yang diterima di berbagai perguruan tinggi merupakan output penting yang menunjukkan kualitas pendidikan di madrasah. Jika dipublikasikan secara baik, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah akan semakin meningkat,” tegas Anif.
Menurutnya, publikasi bukan sekadar sarana promosi, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas berbagai program dan capaian madrasah. Informasi yang disampaikan secara terbuka akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Anif juga menyampaikan materi mengenai kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Ia menjelaskan bahwa kurikulum tersebut menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sikap toleran, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Anif menambahkan, keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada keteladanan guru dan tenaga kependidikan. Oleh sebab itu, seluruh warga madrasah perlu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan agar nilai-nilai cinta benar-benar tumbuh dalam setiap proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kebumen, H. Muhiban, menjelaskan bahwa In House Training diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, menyamakan persepsi terhadap kebijakan terbaru Kementerian Agama, serta menyusun program kerja dan perangkat pembelajaran.
“Kami berharap melalui In House Training ini seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan terbaru Kementerian Agama. Berbagai materi yang disampaikan akan menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya kerja, dan mewujudkan MAN 1 Kebumen sebagai madrasah yang unggul, berprestasi, serta semakin dipercaya masyarakat,” ujar Muhiban.
IHT MAN 1 Kebumen diikuti 85 guru dan tenaga kependidikan serta berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026. Selama pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi, antara lain penguatan budaya pelayanan prima, Sekolah Ramah Anak, Kurikulum Berbasis Cinta, penyusunan perangkat pembelajaran, penguatan tata kelola madrasah, penyusunan program kerja, dan pengembangan kurikulum.
Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Kebumen berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan. Penguatan kompetensi pendidik yang didukung publikasi prestasi secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkokoh posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.(Ir).



