KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Bangun Mental Mandiri, Kemenag Kebumen Dorong KPM PKH Lepas dari Bansos Lewat MAS WISNU

Kebumen – Humas – Penguatan mental dan kemandirian ekonomi menjadi pesan utama dalam pembinaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) melalui program MAS WISNU (Masyarakat Adil Sejahtera melalui Wisuda dan Nambah Usaha), Rabu 22 April 2026 di Kecamatan Kutowinangun.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Salim Wazdy sebagai narasumber. Agenda difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga serta perubahan pola pikir menuju kemandirian.

Dalam pemaparannya, Salim menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap diri sendiri. Setiap individu didorong melihat potensi diri sebagai modal utama keluar dari ketergantungan bantuan sosial.

“Seseorang harus mulai memandang dirinya mampu. Prinsipnya jelas, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi titik awal perubahan mental. Kemandirian tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga keyakinan diri, nilai hidup, serta kemauan berusaha. Peserta diajak menumbuhkan karakter mandiri dan tidak bergantung pada bantuan.

Selain itu, nilai ketakwaan juga ditekankan sebagai fondasi kehidupan. Salah satu cirinya tercermin pada kegemaran memberi. Sikap dermawan dinilai mampu membangun kehidupan lebih bermakna, baik secara spiritual maupun sosial.

Pembinaan juga mengangkat pentingnya pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak meningkatkan kesadaran diri (self awareness) serta kemampuan mengendalikan emosi (self regulation).

“Menahan amarah menjadi kunci menjaga hubungan sosial. Emosi tidak terkontrol bisa merusak relasi, baik saat benar maupun saat salah,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, peserta juga diajak menumbuhkan empati serta kemampuan berinteraksi. Sikap mudah memaafkan dan kebiasaan berbuat baik menjadi bagian penting dalam membangun harmoni keluarga dan lingkungan.

“Empati dan keterampilan sosial akan memperkuat hubungan antarindividu. Dari situ lahir lingkungan harmonis,” tambahnya.

Dalam aspek motivasi, peserta didorong memiliki dorongan internal (self motivation). Kemampuan ini dinilai penting agar seseorang tetap fokus, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi tantangan hidup.

Narasumber juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat. Pola makan dan kebiasaan sehari-hari berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup.

“Jaga pola makan, aktif bergerak, jangan hanya rebahan. Kesehatan menjadi modal utama meningkatkan kesejahteraan,” pesannya.

Pembinaan ini memberi dampak nyata. Dari 36 peserta, empat orang menyatakan mundur dari status penerima PKH. Capaian tersebut menjadi indikator awal keberhasilan program dalam mendorong kemandirian.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kebumen berharap KPM tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mengalami perubahan pola pikir, penguatan karakter, serta peningkatan kualitas hidup. Semangat lepas dari bansos diharapkan terus tumbuh, sehingga lahir keluarga mandiri, sejahtera, dan berdaya.(Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen