Kebumen – Humas – Sebanyak 652 murid MIN 2 Kebumen mengikuti manasik haji di lingkungan madrasah, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan kokurikuler tersebut bukan hanya mengenalkan tata cara ibadah haji, tetapi juga mengajak murid memahami nilai ketaatan melalui kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.
Antusiasme murid terlihat saat mengikuti setiap tahapan manasik. Mengenakan pakaian ihram, berniat, melakukan tawaf, sa’i, wukuf, hingga tahallul menjadi pengalaman belajar secara langsung bagi peserta.
Bagi MIN 2 Kebumen, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat “Madrasahnya Murid Berprestasi”. Prestasi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari tumbuhnya iman, akhlak, dan karakter dalam diri murid.
Kepala MIN 2 Kebumen, Imam Muzaki, M.Pd., mengatakan manasik haji menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter murid sejak usia dini.
“Manasik haji bukan sekadar praktik tata cara ibadah. Kami ingin anak-anak belajar tentang ketaatan, kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan tawakal melalui kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai itu diharapkan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Imam.
Manasik haji sekaligus menjadi media untuk mengenalkan perjuangan keluarga Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Melalui rangkaian kegiatan, murid diajak memahami bahwa setiap ibadah memiliki nilai pendidikan dan keteladanan.
Dari Nabi Ibrahim AS, murid belajar tentang kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Kisah Siti Hajar mengajarkan keteguhan dan kesabaran, sedangkan Nabi Ismail AS memberikan teladan tentang keikhlasan serta kepatuhan kepada Allah dan orang tua.
Menurut Imam, pendidikan di madrasah perlu berjalan seimbang antara kemampuan akademik, pemahaman agama, dan pembentukan akhlak.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi murid berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki iman kuat, akhlak mulia, serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Murid tidak hanya diarahkan memahami ibadah secara teori, tetapi juga belajar membiasakan sikap disiplin, sabar, ikhlas, bertanggung jawab, dan taat kepada Allah SWT.
Pelaksanaan manasik didukung H. Muslimin, S.Ag. dan Dwi Muryani, S.Pd. selaku koordinator, bersama para guru, tenaga kependidikan, serta dewan asatiz dan asatizah TPQ At-Tarbiyah MIN 2 Kebumen.
Melalui pembelajaran praktik, murid memperoleh pengalaman lebih dekat dengan rangkaian ibadah haji. Setiap tahapan menjadi kesempatan bagi guru untuk menjelaskan tata cara ibadah sekaligus menyampaikan nilai karakter di baliknya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan cita-cita MIN 2 Kebumen dalam membangun pendidikan secara utuh. Kecerdasan akademik tetap dikembangkan, sementara iman dan akhlak menjadi fondasi bagi murid dalam menjalani kehidupan.
“Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang nilai atau piala. Anak berprestasi juga harus memiliki akhlak, iman, dan karakter baik. Karena itu, pembelajaran agama harus hadir dalam pengalaman mereka, bukan hanya disampaikan melalui teori,” kata Imam.
Sebanyak 652 murid pun mendapat pengalaman belajar melalui suasana berbeda. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan tentang ibadah haji, tetapi ikut mempraktikkan rangkaiannya sambil mengenal kisah dan keteladanan para nabi.
Dari halaman madrasah, para murid belajar mengenal perjalanan ibadah haji sekaligus memahami makna ketaatan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membentuk generasi Qurani, berakhlakul karimah, serta memiliki semangat meraih prestasi.
Manasik haji akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menjalankan rangkaian ibadah, tetapi juga tentang bagaimana mengambil teladan dari kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS untuk diterapkan dalam kehidupan.(Humas MIN 2 Kebumen).


