KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

1.032 Guru PAI Kebumen Ikuti Pembinaan, Kemenag Dorong Deep Learning Berbasis Panca Cinta

Kebumen – Humas – Sebanyak 1.032 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti kegiatan Pembinaan Dinas Peningkatan Kinerja dan Karier Guru PAI yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Kegiatan evaluasi dan supervisi berkelanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juni 2026, di Aula Kankemenag Kebumen.

Pembinaan tersebut merupakan langkah strategis Kemenag Kebumen dalam memperkuat profesionalisme guru PAI sekaligus mendorong implementasi pembelajaran mendalam atau deep learning berbasis nilai-nilai Panca Cinta di lingkungan sekolah.

Pada sesi pertama, Senin (22/6/2026), sebanyak 135 guru PAI memperoleh pembinaan langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Menurut Anif, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Islam. Karena itu, pendekatan deep learning dinilai relevan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi. Guru juga harus mampu membentuk karakter peserta didik sehingga lahir generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa deep learning memiliki tiga pilar utama, yaitu pembelajaran mendalam, pembelajaran berdampak, dan pembelajaran menggembirakan.

Pembelajaran mendalam mendorong peserta didik memahami materi secara kritis, bermakna, dan aplikatif. Pembelajaran berdampak diarahkan untuk menghasilkan perubahan positif pada aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Adapun pembelajaran menggembirakan bertujuan menciptakan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, serta mampu meningkatkan motivasi peserta didik.

“Pembelajaran harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Siswa tidak sekadar mengetahui materi, tetapi mampu memahami, menghayati, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Anif menambahkan, penerapan deep learning perlu dipadukan dengan nilai-nilai Panca Cinta sebagai ruh Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu arah penguatan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.

Menurutnya, proses belajar akan lebih efektif apabila dibangun di atas fondasi cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pembentukan karakter sekaligus memperkuat makna pembelajaran.

“Ketika pembelajaran dibangun dengan cinta, peserta didik tidak hanya mengejar nilai akademik. Mereka juga belajar menghargai sesama, mencintai lingkungan, menghormati bangsa, serta menumbuhkan semangat mencari ilmu sepanjang hayat,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut diyakini mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih humanis dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini. Guru PAI diharapkan mampu menjadi teladan, pembimbing, sekaligus fasilitator yang menghadirkan ruang belajar aman, nyaman, dan berdampak positif.

Melalui evaluasi dan supervisi berkelanjutan ini, Kemenag Kebumen berharap kompetensi guru PAI terus meningkat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas yang berorientasi pada penguatan karakter, pengembangan kompetensi peserta didik, serta selaras dengan arah transformasi pendidikan nasional.

Dengan melibatkan 1.032 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan terbesar yang dilaksanakan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen dalam upaya memperkuat mutu pendidikan agama Islam di daerah.(Mad/Ir).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen