KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Bupati Lilis Nuryani Launching Pesantren Ramah Anak di Kebumen, Ponpes Darussa’adah Jadi Pilot Project Kemenag

Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen bersama Pemerintah Kabupaten secara resmi meluncurkan program Pesantren Ramah Anak (PRA), Sabtu 18 April 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, di Pondok Pesantren An Nahdliyah SMK Ma’arif 1 Kebumen.

Program ini menetapkan Pondok Pesantren Darussa’adah, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, sebagai pilot project. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1541 Tahun 2025 tentang pendampingan program pesantren ramah anak.

Kegiatan berlangsung semarak karena dirangkai dengan Silaturahmi dan Halalbihalal Akbar ustaz dan ustazah se-Kabupaten Kebumen. Sekitar 5.000 peserta dari TPQ, madrasah diniyah, hingga pondok pesantren hadir dalam momentum tersebut.

Turut hadir Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, H. Aziz Syafiuddin, Kepala Kantor Kemenag Kebumen H. Anif Solikhin, serta Kasi PD Pontren H. Fahrudin.

Pesan Bupati: Pesantren Harus Aman dan Penuh Kasih

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berakhlak sekaligus menjaga keselamatan anak.

“Pesantren harus menjadi tempat aman, nyaman, serta penuh kasih sayang. Anak-anak harus merasa dihargai dan terlindungi,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap anak. Menurutnya, keberhasilan membangun generasi tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi keluarga, masyarakat, serta lembaga pendidikan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pesantren dan guru ngaji atas kontribusi besar dalam membentuk generasi berilmu dan berakhlak. Ia menambahkan, Kebumen saat ini telah meraih predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya dan berkomitmen meningkatkannya.

Kemenag: Fokus Lingkungan Bebas Kekerasan

Kepala Kantor Kemenag Kebumen, H. Anif Solikhin, menjelaskan program Pesantren Ramah Anak mengacu pada KMA Nomor 91 Tahun 2025. Tujuan utamanya menciptakan lingkungan pendidikan bebas kekerasan serta menjamin hak santri terpenuhi.

Program ini menargetkan 512 pesantren sebagai percontohan nasional. Implementasi dilakukan melalui tiga tahap, mulai dari penguatan dasar hingga kemandirian pada 2029.

Beberapa fokus utama meliputi pembentukan Satgas pencegahan kekerasan, penguatan kepengasuhan humanis, kurikulum inklusif, fasilitas aman, serta layanan pendukung.

Nilai utama yang ditanamkan mencakup mahabbah, mujahadah, amanah, ta’awun, serta tawadhu. Semua diarahkan untuk membentuk karakter santri yang kuat secara moral dan sosial.

Dukungan Pusat: Penguatan Pesantren dan SDM

Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, H. Aziz Syafiuddin, menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem pesantren. Salah satunya melalui usulan anggaran Rp12,6 triliun untuk Ditjen Pesantren.

Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sarana prasarana, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Selain itu, Kemenag juga mulai menyalurkan beasiswa bagi guru ngaji sejak April 2026. Program ini memberi kesempatan melanjutkan pendidikan, termasuk melalui sistem kuliah daring.

“Kami ingin SDM ustaz dan ustazah semakin unggul, inovatif, serta mampu menyampaikan pembelajaran secara menarik,” jelasnya.

Pesan Ulama: Jangan Tinggalkan Pembentukan Karakter

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Salaf API Tegalrejo Magelang, KH. Nur Machin Chudlori atau Gus Makhin, mengingatkan pentingnya menjaga ruh pendidikan dalam proses pembelajaran.

“Jangan bergeser dari pendidikan ke sekadar pengajaran. Metode penting, tetapi pembentukan karakter tetap utama,” pesannya.

Ia menegaskan, konsep pesantren ramah anak akan terwujud apabila kebutuhan dasar santri terpenuhi serta lingkungan mendukung tumbuh kembang secara utuh.

Launching Pesantren Ramah Anak di Kebumen menjadi langkah nyata memperkuat perlindungan santri sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Sinergi antara pemerintah, Kemenag, pesantren, serta masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan berdaya saing.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen