KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Anif Solikhin: Integrasikan Nilai Cinta dalam Pembelajaran

Kebumen – Humas – Penguatan karakter peserta didik berbasis nilai cinta menjadi fokus pengembangan pendidikan madrasah di Kabupaten Kebumen. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan deep learning oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Kebumen di Hotel Candisari, Selasa 7 April 2026.

Kegiatan diikuti kepala madrasah dan guru MI. Penutupan dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Mulyono.

Ketua KKMI Kabupaten Kebumen, Widyastuti, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan bimtek ini dapat memberikan penguatan pemahaman sekaligus keterampilan bagi para pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para guru diharapkan mampu mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan sesi perkenalan Kepala MIN 3 Kebumen yang baru, Agustina Laelatul Fitriani. Dalam perkenalannya, ia menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh madrasah di bawah naungan KKMI serta mendukung pengembangan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menegaskan bahwa mengintegrasikan nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, termasuk dalam mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

“Nilai cinta harus hadir dalam setiap proses pembelajaran. Pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana membangun karakter, kepedulian, dan empati peserta didik,” ungkapnya.

Anif menambahkan, penguatan nilai kerukunan, cinta kemanusiaan, serta kesadaran ekoteologi perlu dihadirkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di kelas. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang peduli terhadap sesama dan selaras dengan lingkungan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap proses pembelajaran perlu diarahkan berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kurikulum ini memiliki lima pilar utama, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan alam semesta, serta cinta kepada bangsa dan tanah air.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kebumen, H. Mulyono, turut memberikan penguatan kepada para peserta bimtek. Ia menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta harus dipahami secara utuh dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh pendidik di madrasah.

Menurutnya, pendidikan merupakan landasan utama dalam membentuk karakter siswa, dan guru memegang peran yang sangat penting dalam proses tersebut.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh metode atau materi pembelajaran, tetapi juga oleh jiwa dan keteladanan seorang guru.

Hal ini sejalan dengan ungkapan dalam dunia pendidikan, “At-Thoriqotu ahammu minal maddah, al-mudarris ahammu min at-thoriqoh, wa ruhul mudarris ahammu minal mudarris binafsihi,” yang bermakna bahwa metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan ruh atau jiwa seorang guru lebih penting daripada guru itu sendiri.

Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan para pendidik Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kebumen semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. (Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen