Kebumen – Humas – Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Salim Wazdy mengajak Penyuluh Agama Islam para tokoh agama (TOGA) serta tokoh masyarakat (TOMAS), untuk bersama-sama berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat lansia yang sehat, mandiri, dan berdaya.
Ajakan tersebut disampaikan H. Salim Wazdy saat menjadi narasumber pada kegiatan bertema “Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat (TOGA TOMAS) dalam Program Lansia Berdaya (SIDAYA)”, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen pada Selasa, 11 November 2025, di Mexolie Hotel Kebumen.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, di antaranya 26 Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, anggota Forum Komunikasi Lintas Agama (FKUB), dan anggota Perkumpulan Juang Kencana.
Dalam paparannya, H. Salim menyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menggerakkan kesadaran sosial, termasuk membimbing lansia agar tetap produktif, bahagia, dan dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
“Penyuluh agama harus menjadi teladan dalam mengajak umat untuk hidup sehat lahir batin. Lansia berdaya bukan sekadar sehat fisik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan empat hal utama yang harus diperhatikan dalam mewujudkan lansia berdaya, yaitu pola istirahat, pola makan dan minum, pola pikir, serta pola laku. Salim juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap husnudzan (berpikir positif) dalam kehidupan sehari-hari, karena pikiran yang baik akan berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan.
“Dengan berpikir positif, seseorang akan lebih tenang dan sehat. Ini yang harus ditanamkan oleh penyuluh agama kepada masyarakat, terutama para lansia,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program SIDAYA (Sinergi Lansia Berdaya) yang melibatkan lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, dan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para penyuluh agama Islam dapat menjadi motor penggerak dalam mendampingi lansia agar tetap mandiri, sehat, dan berdaya.
Di akhir kegiatan, H. Salim menutup dengan ajakan inspiratif untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan lintas sektor dengan semboyan, “Ayo Ngopi – Ngobrol Penuh Inspirasi.(ir)

