Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen terus memperkuat kualitas pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar. Upaya tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD di Aula Kankemenag Kebumen, Kamis 29 Januari 2026.
Rapat koordinasi menjadi ruang strategis konsolidasi peran guru PAI dalam membangun karakter peserta didik sejak dini. Saat ini, Kabupaten Kebumen memiliki 1.031 guru PAI SD, sebuah potensi besar dalam pembentukan sumber daya manusia berakhlakul karimah.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Kebumen, H. Teguh Supriyantoro, menegaskan Tunjangan Profesi Guru (TPG) perlu dimaknai sebagai pemicu peningkatan dedikasi, bukan sekadar penopang kesejahteraan.
“TPG diharapkan menumbuhkan semangat pengabdian. Guru PAI memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi berakhlakul karimah dan berkarakter kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan ke depan yang semakin kompleks. Guru PAI dituntut hadir tidak hanya sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai teladan nilai dan sikap dalam kehidupan sekolah serta masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menekankan bahwa setiap rezeki, termasuk TPG, perlu menjadi energi positif peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara.
“Kita semua memiliki tanggung jawab melayani masyarakat. Guru PAI memikul amanah mulia menanamkan nilai Islam sejak usia dasar,” ujarnya.
Dalam arahannya, Anif juga mengingatkan pentingnya penerapan Kurikulum Cinta dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan nilai keagamaan secara mendalam, humanis, serta relevan dengan perkembangan zaman.
“Kurikulum Cinta tidak berhenti pada pengetahuan. Pembelajaran juga menyentuh afeksi dan perilaku, sehingga nilai agama benar-benar hidup dalam keseharian anak,” imbuhnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Kankemenag Kebumen berharap terbangun komitmen kolektif guru PAI SD dalam meningkatkan profesionalisme, memperkuat karakter peserta didik, serta menjadikan pendidikan agama Islam sebagai fondasi utama pembentukan generasi Kebumen religius, moderat, dan berintegritas. (Mad).

