Kebumen – Humas – Pelaksanaan Sistem Jemput Bola Izin Operasional Lembaga Keagamaan (SIJEMPOL) tahap ketiga di KUA Kecamatan Alian tidak hanya menghadirkan layanan administrasi bagi lembaga pendidikan keagamaan. Kegiatan tersebut juga memperkuat peran KUA sebagai simpul komunikasi antara Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kebumen dengan lembaga pendidikan keagamaan di tingkat kecamatan.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kemenag Kebumen Fahrudin mengatakan, kedekatan KUA dan penyuluh agama dengan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembinaan lembaga. Dukungan mitra di tingkat kecamatan, termasuk koordinator kecamatan (Korcam) lembaga, turut membantu kelancaran komunikasi dengan pengelola lembaga di lapangan.
“Pembinaan tetap menjadi tugas Kankemenag melalui PD Pontren. KUA, penyuluh agama, dan mitra seperti Korcam lembaga membantu memperkuat komunikasi dengan lembaga. Dengan sinergi ini, kebutuhan dan persoalan lembaga lebih mudah kami ketahui,” ujar Fahrudin saat pelaksanaan SIJEMPOL di KUA Kecamatan Alian, Selasa (22/9/2026).
Menurut Fahrudin, pola komunikasi tersebut sudah berjalan dalam proses pembinaan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah kecamatan. KUA dan penyuluh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga informasi dari lapangan dapat diterima lebih cepat. Kondisi ini membantu PD Pontren memahami kebutuhan lembaga sekaligus menentukan tindak lanjut pembinaan secara lebih tepat.
“Yang penting komunikasi terus terjaga. Ketika ada kebutuhan atau persoalan di lembaga, kami bisa mendapatkan informasi lebih cepat sehingga pembinaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.
Pelaksanaan SIJEMPOL tahap ketiga di KUA Alian sekaligus menjadi ruang pertemuan antara Kantor Kemenag, KUA, penyuluh agama, mitra, dan pengelola lembaga. Selain mendekatkan layanan, forum tersebut membuka komunikasi secara langsung sehingga berbagai kebutuhan administrasi maupun informasi pembinaan dapat disampaikan dalam satu kesempatan.
Layanan tahap ketiga ini diikuti 118 lembaga dari enam kecamatan. Rinciannya, Alian sebanyak 32 lembaga, Karanggayam 24 lembaga, Kebumen 27 lembaga, Poncowarno 11 lembaga, Sadang 22 lembaga, dan Karangsambung dua lembaga.
Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan layanan administrasi lembaga pendidikan keagamaan cukup beragam di tingkat kecamatan. Melalui SIJEMPOL, Kankemenag Kebumen berupaya mendekatkan layanan kepada lembaga sekaligus membangun komunikasi lebih efektif bersama unsur pendukung di lapangan.
Sinergi Kantor Kemenag Kebumen melalui PD Pontren, KUA, penyuluh agama, dan mitra kecamatan selanjutnya diharapkan terus berkembang. Bukan hanya untuk memperlancar layanan SIJEMPOL, tetapi juga menjadi bagian dari pola pembinaan lembaga pendidikan keagamaan agar kebutuhan di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.(Ir).

