KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Sejarah Pesantren Kebumen Akan Dibukukan, Ini Para Juara Lomba Penulisannya

Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen tengah menyiapkan pembukuan sejarah pondok pesantren melalui Lomba Penulisan Sejarah Pondok Pesantren dalam rangka Hari Santri 2026. Program ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan pesantren, perjuangan para pendiri, serta kiprah para kiai agar menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menegaskan pentingnya mendokumentasikan sejarah pesantren sebagai bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan dan perjuangan ulama. Setiap pesantren memiliki perjalanan dan kontribusi tersendiri dalam pendidikan agama, dakwah, serta kehidupan masyarakat.

“Setiap pesantren memiliki sejarah dan perjuangan yang patut diketahui generasi penerus. Melalui lomba ini, kami ingin memastikan perjalanan pesantren, jasa para kiai, dan kontribusi mereka dalam mendidik umat tercatat dengan baik serta dapat dipelajari generasi mendatang,” demikian dijelaskan Anif dalam keterangan terkait kegiatan tersebut kepada Humas Kemenag Kebumen, Kamis (22/10/2026).

Dokumentasi sejarah itu diharapkan tidak berhenti sebagai naskah lomba. Kemenag Kebumen merencanakan penghimpunan dan penerbitan tulisan agar masyarakat dapat mengenal lebih jauh perkembangan pesantren di Kebumen, termasuk tokoh pendiri dan nilai perjuangan di balik berdirinya lembaga pendidikan Islam.

Dalam lomba penulisan sejarah pesantren, juara pertama diraih Indah Harimurty dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ad Diin. Juara kedua diraih Naila Sabiluna Kamil dari Pondok Pesantren Al-Istiqomah Tanjungsari, sedangkan juara ketiga diraih Lutfillah Zahra Latufa dari Pondok Pesantren Al-Kamal.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kebumen, H. Fahrudin, menyampaikan bahwa pendokumentasian sejarah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pesantren. Menurutnya, sumber sejarah perlu digali secara cermat agar kisah perjuangan para pendiri dan kiai dapat tercatat secara lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan.

Fahrudin menyebutkan, sejauh ini baru 17 pesantren yang berpartisipasi dalam rangkaian lomba tersebut. Ia berharap keterlibatan pesantren semakin luas sehingga dokumentasi sejarah mampu mencakup lebih banyak lembaga, tokoh, dan kisah perjuangan pesantren di Kabupaten Kebumen.

Selain lomba penulisan sejarah, Kemenag Kebumen juga menggelar Lomba Video “Pesantrenku Bersih” untuk mendorong kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren. Melalui video, pesantren dapat memperlihatkan praktik menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, serta merawat lingkungan.

Juara pertama lomba video diraih Pondok Pesantren Darussalam melalui karya berjudul Pesantrenku Bersih, Lingkunganku Terjaga, Hatiku Terbina. Juara kedua diraih Pondok Pesantren Al-Kamal dengan karya Suci Lingkunganku, Jernih Pikiranku, Berkah Ilmuku. Sementara itu, Pondok Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumen meraih juara ketiga melalui karya Rumah Yang Kami Jaga.

Fahrudin menilai kebersihan merupakan bagian dari pendidikan karakter santri. Kebiasaan menjaga lingkungan perlu dibangun melalui keterlibatan santri, pengasuh, ustaz dan ustazah, serta pengurus pesantren.

Melalui kedua lomba tersebut, Kemenag Kebumen berharap pesantren tidak hanya mewariskan ilmu dan nilai keagamaan, tetapi juga menjaga catatan sejarah serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Dokumentasi sejarah dan publikasi praktik baik diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus menginspirasi pesantren lain.(Mad).

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen