KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Peringatan Hari Keluarga Nasional di Kebumen, Salim Wazdy: Ayah Hadir Jadi Kunci Lahirnya Keluarga Sakinah

Kebumen – Humas – Kehadiran ayah dalam keluarga tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Ayah juga berperan sebagai pemimpin, pendidik, pelindung, sekaligus teladan bagi anak-anak. Pesan tersebut menjadi pokok materi yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, saat menjadi narasumber pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” itu diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen di kawasan Pantai Kembar, Kecamatan Puring, Rabu (15/7/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, Sp.Rad., M.M.R., jajaran pejabat Dinkes PPKB, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Puring, tokoh masyarakat, serta warga pesisir. Sebelum acara inti, panitia menggelar senam bersama melibatkan masyarakat dan komunitas sepeda onthel, yang sebagian besar anggotanya merupakan para ayah.

Dalam paparannya, Salim Wazdy menegaskan bahwa Islam menempatkan ayah sebagai pemimpin keluarga. Selain bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup, ayah memiliki peran besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai keagamaan, serta menciptakan rasa aman bagi anak.

“Anak membutuhkan kehadiran ayah, bukan hanya nafkah. Kehadiran secara emosional sama pentingnya dengan kehadiran secara fisik,” tegasnya.

Menurut Salim, Al-Qur’an menegaskan posisi ayah sebagai pemimpin keluarga sebagaimana tercantum dalam Surah An-Nisa ayat 34. Seorang ayah juga menjadi teladan dalam ibadah, akhlak, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan di lingkungan keluarga.

Ia menjelaskan bahwa keluarga sakinah dibangun di atas fondasi iman serta dipenuhi ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah). Kondisi tersebut ditandai dengan hubungan suami istri harmonis, komunikasi terbuka, pendidikan agama berjalan baik, serta terciptanya rumah sebagai tempat paling aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Namun demikian, kondisi ideal tersebut saat ini menghadapi berbagai tantangan. Tingginya angka perceraian, pernikahan usia anak, gaya hidup hedonis, praktik nikah siri, individualisme akibat perkembangan teknologi, hingga fenomena fatherless menjadi persoalan serius dalam kehidupan keluarga modern.

Salim menjelaskan bahwa fatherless tidak selalu berarti anak kehilangan sosok ayah karena meninggal dunia. Kondisi itu juga dapat terjadi ketika ayah terlalu sibuk bekerja, minim komunikasi, kurang terlibat dalam pendidikan, atau tidak hadir dalam proses pengasuhan anak.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan fenomena tersebut dapat memicu dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, seperti rendahnya rasa percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, mudah marah, merasa kesepian, kehilangan arah hidup, hingga gangguan kesehatan mental.

Mengutip pandangan sejumlah ulama dan cendekiawan Muslim, seperti Quraish Shihab, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Sahal Mahfudz, Wahbah az-Zuhaili, Buya Hamka, dan Abdullah Nashih Ulwan, Salim menegaskan bahwa ayah memiliki tanggung jawab besar sebagai pelindung keluarga, pembimbing moral, pemberi kasih sayang, serta penanggung jawab kebutuhan hidup sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

“Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi pemimpin, pelindung, pendidik, dan teladan dalam keluarga. Kehadiran ayah secara aktif menjadi kunci terwujudnya keluarga sakinah sekaligus melahirkan generasi berakhlak mulia,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional, Salim berharap kesadaran para ayah untuk terlibat aktif dalam kehidupan keluarga semakin meningkat. Menurutnya, kehadiran ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, komunikasi, serta pendampingan bagi tumbuh kembang anak.

Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen