Kebumen – Humas – MTsN 1 Kebumen kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah unggulan berdaya saing nasional. Antusiasme luar biasa terlihat dalam seleksi Penerimaan Murid Baru (PMB) jalur Program Kelas Cendekia (PKC) tahun ajaran 2026/2027, Selasa 5 Mei 2026.
Sebanyak 486 calon murid mendaftar untuk memperebutkan 160 kursi tersedia. Tingginya minat peserta membuat persaingan berlangsung sangat ketat. Setelah proses verifikasi administrasi, sebanyak 483 peserta dinyatakan lolos berkas dan berhak mengikuti ujian berbasis komputer.
Panitia menyiapkan 15 ruang ujian dengan pengawasan ketat. Setiap ruang dijaga dua pengawas guna memastikan pelaksanaan Computer Based Test (CBT) melalui aplikasi Exambro berjalan tertib, aman, dan transparan.
Seleksi mencakup tiga mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Masing-masing sesi berlangsung selama 60 menit, disertai jeda istirahat 30 menit setelah ujian Matematika untuk menjaga fokus peserta.
Peserta dari Ambon hingga Kalimantan
Seleksi PKC tahun ini menarik perhatian karena jangkauan pesertanya semakin luas. Tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, sejumlah calon murid juga datang dari luar pulau.
Salah satu peserta tercatat berasal dari Ambon, Maluku. Karena kendala jarak, peserta tersebut mengikuti seleksi melalui sambungan Zoom sesuai mekanisme panitia. Selain itu, terdapat peserta asal Kalimantan yang tetap mengikuti ujian meski harus menyesuaikan jadwal dengan pelaksanaan ujian sekolah di daerah asalnya.
Fenomena ini menunjukkan tingginya daya tarik MTsN 1 Kebumen di tingkat nasional, khususnya bagi keluarga yang menginginkan pendidikan umum dan agama berjalan seimbang.
Pantang Menyerah Demi Masuk Matansa
Semangat besar juga terlihat dari sejumlah peserta yang kembali mencoba peruntungan setelah sebelumnya belum berhasil lolos pada jalur Full Day School (FDS) maupun Islamic Boarding School (IBS).
Salah satunya Adam Suryawijaya dari SD Negeri 1 Karangsambung. Ia mengaku tetap optimistis mengikuti seleksi demi mewujudkan keinginan memperdalam ilmu agama.
“Motivasi saya daftar lagi di MTsN 1 Kebumen karena ingin belajar agama Islam lebih banyak. Walaupun kemarin gagal, saya tetap mencoba lagi. Kalau diterima, saya ingin mondok di pesantren dekat madrasah,” ujarnya.
Kisah Adam menjadi gambaran kuat bahwa MTsN 1 Kebumen bukan sekadar sekolah favorit, tetapi juga tempat tumbuhnya semangat belajar dan karakter religius.
Pelayanan Humanis Jadi Prioritas
Kepala MTsN 1 Kebumen, Siti Rojiatur Rochmah, menegaskan pentingnya pelayanan ramah selama proses seleksi berlangsung. Ia meminta seluruh panitia memberikan sambutan hangat kepada peserta dan orang tua.
“Semoga proses seleksi berjalan lancar sehingga madrasah memperoleh calon murid terbaik, berprestasi, serta mampu menjaga nama baik lembaga,” tuturnya.
Menurutnya, proses seleksi bukan hanya mencari peserta dengan nilai terbaik, tetapi juga menyiapkan generasi unggul berkarakter, disiplin, dan siap bersaing di masa depan.
Tingginya animo pendaftar menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan MTsN 1 Kebumen. Madrasah ini terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam modern dengan prestasi akademik, karakter kuat, serta visi mendunia.(Siti Solikhah).

