Kebumen – Humas – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ambal menggelar khitanan massal bagi 25 anak dan lomba mewarnai bagi 100 peserta di Balai Nikah KUA Kecamatan Ambal dan halaman Masjid Al Mustofa, Kamis (29/10/2026). Kegiatan dalam rangka Hari Santri 2026 ini menjadi bentuk layanan berdampak Kementerian Agama melalui pelayanan sosial sekaligus pengembangan bakat anak.
Sebanyak 25 anak mengikuti khitanan massal. Setiap peserta menerima tas sekolah dan santunan sebesar Rp200 ribu untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka. Jumlah peserta tersebut bertambah dari rencana awal sebanyak 22 anak setelah panitia menerima permintaan tambahan dari masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Ambal, Faisal Rahman, menyampaikan terima kasih kepada Forkopimcam, sponsor, dan para donatur atas dukungan mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, penambahan peserta merupakan upaya panitia mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Forkopimcam, sponsor, hingga donatur, atas dukungan terhadap kegiatan ini. Awalnya, khitanan massal direncanakan untuk 22 anak. Namun, jumlahnya kami tambah menjadi 25 anak untuk mengakomodasi permintaan warga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujar Faisal.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Fahrudin, menilai kegiatan tersebut mencerminkan layanan berdampak karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga kesempatan menghadirkan pelayanan sosial dan kegiatan edukatif.
“Khitanan massal ini merupakan bentuk layanan berdampak karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan semacam ini terus dikembangkan agar kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan melalui pelayanan nyata,” kata Fahrudin.
Selain khitanan massal, panitia menggelar lomba mewarnai dengan total 100 peserta. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, melatih keterampilan, serta menyalurkan bakat dan minat sejak dini.
Fahrudin menegaskan, pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi santri. “Santri tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga perlu menguasai keterampilan sesuai minat dan bakatnya. Lomba mewarnai menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan, mengembangkan kreativitas, serta mendorong anak-anak agar berani menunjukkan potensinya,” jelasnya.
Camat Ambal, Agung Cahyono, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kolaborasi KUA, Forkopimcam, sponsor, dan donatur dinilai penting untuk memperluas manfaat kegiatan keagamaan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Ambal bersama para pemangku kepentingan berupaya menghadirkan peringatan Hari Santri 2026 secara lebih bermakna. Khitanan massal memberikan dukungan sosial bagi keluarga peserta, sedangkan lomba mewarnai membuka ruang bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas dan keterampilan.


