KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KEBUMEN

KH Abu Dardiri dan Alasan ASN Kemenag Kebumen Menjaga Ingatan Sejarah

Banyumas – Humas – Ziarah ke makam KH Abu Dardiri menjadi cara Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Kabupaten Kebumen merawat ingatan sejarah lahirnya Kementerian Agama Republik Indonesia. Sosok ulama kelahiran Gombong ini tercatat sebagai pengusul berdirinya Kementerian Agama pada masa awal kemerdekaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin berpandangan bahwa mengenal perjuangan pendiri menjadi bagian penting dari pembentukan karakter ASN. Nilai pengabdian, ketulusan, serta keberanian moral perlu terus dihidupkan dalam praktik pelayanan keagamaan.

“KH Abu Dardiri meletakkan dasar perjuangan melalui pengabdian tulus kepada umat. Nilai ini harus hadir dalam pelayanan ASN Kemenag melalui sikap profesional, humanis, serta berintegritas,” ujar Anif Solikhin.

Menurutnya, keteladanan tokoh pendiri mampu menjadi energi moral bagi ASN Kemenag Kebumen dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.

KH Abu Dardiri lahir di Gombong, Kabupaten Kebumen, pada 24 Agustus 1895. Penampilannya dikenal sederhana, tenang, serta berwibawa. Pada masa muda, ia bekerja di jawatan kereta api, pabrik gula, lalu mengelola usaha percetakan di Purbalingga dengan produksi ratusan lembar per hari.

Aktivitas usahanya berjalan beriringan dengan kiprah di organisasi. Sejak 1920. Ia aktif di Muhammadiyah Cabang Purbalingga dan dipercaya sebagai ketua. Tahun 1940, Konferensi Daerah Muhammadiyah menetapkannya sebagai Konsul Muhammadiyah Banyumas dengan suara tertinggi, berkedudukan di Purwokerto.

Pada masa kemerdekaan, KH Abu Dardiri menjabat Ketua Partai Masyumi Purwokerto serta Ketua Muda Komite Nasional Indonesia Daerah Banyumas. Melalui forum inilah gagasan pendirian kementerian urusan agama diperjuangkan. Usulan tersebut dibawa ke Sidang Badan Pekerja KNI Pusat di Jakarta pada 25 November 1945.

Berbekal dukungan tokoh nasional seperti Mohammad Natsir, Dr Muwardi, Dr Marzuki Mahdi, dan M Kartosudarmo, sidang menyetujui usulan tersebut. Presiden Soekarno kemudian menetapkan pembentukan Kementerian Agama pada 3 Januari 1946 dan menunjuk Prof. Dr. HM Rasyidi sebagai Menteri Agama pertama.

KH Abu Dardiri wafat pada 1 Agustus 1967 dalam usia 72 tahun. Namanya tercatat sebagai salah satu putra terbaik bangsa dalam sejarah berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia.

Nilai perjuangan itulah yang melatarbelakangi ziarah ASN Kementerian Agama Kabupaten Kebumen ke makam KH Abu Dardiri di Banyumas, Selasa 30 Desember 2025. Ziarah digelar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dan dipimpin Kepala Kankemenag Kebumen H. Anif Solikhin, diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha serta para Kepala Seksi dan Penyelenggara.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani bersama suami H. Yahya Fuad, putra KH Abu Dardiri. Rombongan memanjatkan doa sebagai penghormatan atas jasa almarhum.

Perwakilan keluarga, H. Yahya Fuad, menyampaikan apresiasi atas perhatian Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Penghormatan ini menjadi bukti almarhum tetap dikenang sebagai tokoh pendiri Kementerian Agama,” tuturnya. Ziarah ini menegaskan peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum memperkuat pengabdian, keteladanan, serta pelayanan tulus kepada umat.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
ℹ️
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen