Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam melalui penyaluran bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah terdampak di Indonesia.
Total bantuan terkumpul sebesar Rp215 juta, hasil solidaritas Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemenag Kebumen melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Seluruh dana telah disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatra, Kebumen, dan Banjarnegara.
Salah satu penyaluran dilakukan untuk korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Rabu 31 Desember 2025. Penyerahan bantuan diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kebumen Salim Wazdy, didampingi sejumlah pengurus UPZ Kemenag Kebumen.
Akibat hujan deras, prosesi penyerahan tidak dapat dilakukan di lokasi terbuka. Kegiatan akhirnya dilangsungkan di KUA Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Bantuan dari Kemenag Kebumen diserahkan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Sukarno, kemudian diteruskan kepada Camat Pandanarum Agung Dwi Antoko, didampingi Sekretaris Camat Sigit Indra.
Untuk penanganan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Kemenag Kebumen menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta, diperuntukkan bagi rehabilitasi bangunan tempat ibadah terdampak bencana.
Selain Banjarnegara, bantuan Kemenag Kebumen juga disalurkan untuk bencana tanah longsor di MI Ma’arif Wonodadi, Kecamatan Buayan, senilai Rp15 juta.
Sementara itu, bantuan terbesar disalurkan untuk korban banjir bandang di wilayah Sumatra dengan nilai mencapai Rp150 juta sebagai bentuk kepedulian lintas wilayah.
Seluruh bantuan tersebut bersumber dari sumbangan sukarela ASN Kemenag Kebumen, dihimpun melalui UPZ sebagai bagian dari gerakan Kemenag Peduli Bencana.
Bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, menimbulkan dampak serius. Peristiwa ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara 27 warga lainnya dilaporkan tertimbun material longsor.
Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan 30 unit rumah rusak berat. Lahan persawahan serta perkebunan warga mengalami kerusakan parah akibat timbunan tanah dan bebatuan.
Peristiwa longsor terjadi usai hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah labil sehingga tebing di sekitar permukiman runtuh dan menimpa area pertanian warga, Sabtu 15 September 2025 sekitar pukul 16.00 WIB. Melalui penyaluran bantuan ini, Kemenag Kebumen berharap dapat meringankan beban korban bencana sekaligus meneguhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial aparatur negara terhadap masyarakat terdampak musibah.

