KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

Kemenag Kebumen dan UNY Perkuat Etika Digital Guru Madrasah, Anif Solikhin: Guru Tidak Boleh Ketinggalan Zaman

Kebumen – Humas – Penguatan etika digital menjadi salah satu kebutuhan utama bagi guru madrasah di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, PGRI Cabang Khusus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Program Studi Kebijakan Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan Penguatan Etika Digital untuk Mengembangkan Kompetensi Guru Madrasah, Sabtu 30 Mei 2026, di Aula MTsN 1 Kebumen.

Kegiatan diikuti 50 peserta perwakilan dari ranting PGRI Cabang Khusus Kemenag Kebumen. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin, Kepala Subbagian Tata Usaha H. Salim Wazdy, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Mulyono, serta tim pengabdian kepada masyarakat dari UNY Yogyakarta.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNY, Prof. Dr. Rukhiyati, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara perguruan tinggi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penguatan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para guru madrasah serta memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, era disrupsi menghadirkan perubahan sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, guru tidak boleh berhenti belajar dan harus terus meningkatkan kompetensi.

“Guru tidak boleh ketinggalan zaman. Perubahan berlangsung sangat cepat. Jika tidak mampu menyesuaikan diri, guru akan tertinggal dari perkembangan murid dan kebutuhan dunia pendidikan,” tegasnya.

Anif menambahkan, pendidikan bermutu dapat terwujud diantaranya apabila didukung oleh guru berkualitas. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas guru harus menjadi perhatian bersama.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama bagi guru yang belum menempuh studi magister atau S-2.

“Kesempatan belajar harus terus dimanfaatkan. Pendidikan lanjutan bukan sekadar untuk memperoleh gelar, tetapi sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik,” katanya.

Menurut Anif, tantangan terbesar bagi guru yang melanjutkan studi bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan komitmen dalam mengatur waktu antara tugas mengajar, keluarga, dan pendidikan.

“Yang paling penting adalah komitmen membagi waktu. Banyak guru berhasil menyelesaikan studi lanjut karena mampu mengelola waktu dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Anif juga menyoroti pentingnya etika digital bagi guru madrasah. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, pelanggaran privasi, hingga penyalahgunaan media sosial.

Guru, lanjutnya, harus menjadi contoh dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, santun, dan produktif.

“Etika digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi kemampuan menggunakan teknologi secara benar. Guru harus mampu menyaring informasi, menjaga jejak digital, menghormati privasi, serta menjadi teladan bagi peserta didik dalam bermedia sosial,” jelasnya.

Ia berharap para guru madrasah dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, tetapi juga membimbing peserta didik agar menjadi generasi cerdas, kritis, dan berkarakter.

Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen bersama UNY Yogyakarta berkomitmen memperkuat kapasitas guru madrasah agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki kompetensi digital memadai, serta mampu menjaga nilai-nilai etika dalam setiap aktivitas di ruang digital.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen