KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KEBUMEN

📌 Data Gereja

📌 Artikel

Artikel

REFLEKSI MENSYUKURI KEHIDUPAN MENUJU MASA PRA PASKAH

Penyuluh Katolik Kabupaten Kebumen – “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas (Amsal 27:20)” Salve saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, bulan Februari ini akan menjadi bulan yang istimewa bagi Gereja Katolik di seluruh dunia. Selain pada tanggal 14 Februari nanti kita akan merayakan perayaan hari kasih sayang yang juga penghormatan kepada Orang Kudus atau Martir Santo Valentinus, di bulan yang sama tepatnya pada tanggal 18 Februari nanti Gereja Katolik di seluruh dunia akan merayakan perayaan Hari Rabu Abu atau tanda masuknya umat Kristiani dalam masa Pra Paskah, masa dimana Yesus akan mengorbankan seluruh hidup-Nya untuk menyelamatkan manusia. Pada Hari Rabu Abu, umat diajak bersama-sama untuk menanggalkan seluruh kesenangan duniawi dan melakukan pengenangan atas dosa-dosa manusia yang telah ditebus Yesus Kristus Sang Juruselamat dunia. Sekali lagi, umat diajak untuk berpuasa dan berpantang sebagai bentuk rasa prihatin atas perjuangan saudara-saudara kita yang saat ini mungkin juga berjuang atas kerasnya kehidupan di dunia. Peran umat selama masa Pra Paskah tidak hanya untuk berpuasa dan berpantang juga mengikuti kegiatan Pendalaman Iman Aksi Puasa dan Pembangunan, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai kasih terhadap orang-orang yang berada disekitar kita. Menuju masa Pra Paskah tahun ini, kita bersama-sama diajak untuk merefleksikan kembali segala kehidupan kita selama satu tahun ini. Masa Pra Paskah dianggap sebagai masa pertobatan dimana Allah hadir untuk menyelamatkan kita manusia, akan tetapi kerap kali kita “lupa” akan dosa-dosa kita terutama dosa yang tidak begitu terlihat dampaknya dalam kehidupan yakni “Bersyukur”. Tidak jarang kehidupan kita diwarnai dengan suka dan duka pada tiap harinya, dan tak jarang pula duka yang tercipta dari pengalaman hidup kita memberikan bekas luka yang begitu mendalam sehingga kita lupa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah. Bicara mengenai rasa bersyukur selalu tidak terhindarkan dari memiliki rejeki yang cukup, diberikan kenyamanan hidup, tidak mengkhawatirkan isi perut dan lain sebagainya. Tetapi, sebagai seorang manusia yang memiliki akal budi, kerap kali kita dihadapkan dengan adanya ketidakpuasan, misalnya ketika naik motor lalu kehujanan kita seolah membayangkan nikmatnya hidup orang yang ketika hujan memiliki mobil, atau ketika ada teman yang posting makan di restoran lalu kita berharap berada di posisi yang sama atau malah lebih baik lagi, padahal seluruh nafsu duniawi tidak akan pernah memuaskan kebutuhan manusia. Suka maupun tidak, manusia tidak hanya hidup dari daging melainkan pula hidup dari Roh, dimana daging tidak dapat memberikan kepuasan sedangkan Roh dapat memberikan penyegaran iman. Percayalah, dalam kehidupan ini, manusia yang tidak pernah mengimbangi hidupnya dengan makanan rohani tidak akan pernah merasakan yang namanya kepuasan. Padahal kalau melihat dari sudut pandang manapun, setiap manusia memiliki rejekinya masing-masing, mereka yang kehujanan karena naik motor lebih beruntung dari mereka yang kehujanan dengan berjalan kaki, mereka yang iri karena temannya makan di restoran tidak merasakan kelaparan seperti orang lain yang bahkan membeli mie instan juga tidak sanggup. Saudara-saudari yang beriman, ingatlah bahwa masa Pra Paskah akan diwarnai dengan Aksi Puasa dan Pembangunan, artinya kita tidak hanya diajak untuk menahan rasa lapar dan nafsu melainkan juga membangun pribadi yang berempati dengan lingkungan sekitar kita. Masa Pra Paskah tahun ini juga akan bersamaan dengan saudara kita yang menjalankan masa puasa, maka marilah kita manfaatkan momen indah ini sebagai suatu aksi nyata membangun moderasi beragama dan menguatkan persatuan antar umat beragama di sekitar kita. Amin dan Berkah Dalem. Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Kebumen Carolus Aditya Nouvanto

Read More »
Artikel

Semakin Beriman, Semakin Bersaudara

Penyuluh Katolik Kabupaten Kebumen – Salve! Bulan November akhir dan Desember merupakan masa penuh sukacita bagi umat Kristiani diseluruh dunia, karena pada masa ini lah umat akan merayakan lahirnya Sang Juruselamat ke dunia. Pada masa Adven tahun 2025, Gereja Keuskupan Purwokerto mengangkat tema “Semakin Beriman, Semakin Bersaudara” dengan harapan bahwa masa Adven ini tidak hanya sebagai penantian akan kelahiran Sang Juruselamat, melainkan umat juga memperbaharui diri dengan lahir kembali menjadi pribadi yang tidak hanya mengedepankan imannya kepada Tuhan tapi juga meningkatkan rasa persaudaraannya terhadap sesama umat manusia. Pendalaman iman yang diberikan oleh Keuskupan Purwokerto pada tahun ini membawa implementasi hasil dari SAGKI V (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia) yang menekankan mengenai penyusunan Arhal (Arah Haluan) untuk Keuskupan di seluruh Indonesia periode tahun 2026 – 2030 supaya tetap mengedepankan pembangunan dialog iman antar sesama umat beragama demi terciptanya bangsa yang damai dan sejahtera. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, disusunlah Arhal Keuskupan Purwokerto yang pada akhirnya menghasilkan tema Adven tahun 2025. Adven tahun 2025 mengajak umat tidak hanya mempersiapkan diri dengan mengenang kisah kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga mendalami visi dan misi keuskupan untuk 5 tahun kedepan, dengan harapan melalui terjuwudnya cita-cita tersebut, Gereja dapat menjadi terang dan garam dunia dalam mengawal kedamaian dan kesejahteraan umat manusia. Selain itu, tema adven tahun ini juga menonjolkan kekuatan iman melalui pembangunan relasi dengan sesama antar umat beragama dalam membina jalan keselamatan dunia maupun akhirat. Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Kebumen Carolus Aditya Nouvanto

Read More »
Artikel

Memaknai 4 Peristiwa Rosario

Penyuluh Katolik Kabupaten Kebumen – Bulan Oktober menjadi masa yang penting bagi Gereja Katolik, karena pada masa ini umat berdevosi kepada Bunda Maria melalui Doa Rosario. Gereja Katolik percaya bahwa Bunda Maria adalah perantara sumber pengharapan yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya. Dalam beberapa peristiwa, devosi kepada Bunda Maria kerap mengabulkan permohonan dan memberikan jalan ditengah kebuntuan hidup. Kesucian Bunda Maria pula yang membawanya menjadi salah satu pribadi yang sangat dihormati diantara orang kudus setelah Yesus Kristus sendiri. Doa Rosario memiliki 4 peristiwa yang memiliki makna masing-masing yaitu peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang. Peristiwa gembira menandakan suatu peristiwa yang membahagiakan, doa Rosario menunjukkan kebahagiaan umat dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Bagian-bagian dalam peristiwa Gembira ini mengisahkan Maria yang diberi kabar sukacita oleh Malaikat Gabriel, Maria yang menemui saudaranya Elisabeth, Kelahiran Yesus, Yesus dipersembahkan pada bait Allah, dan Yesus yang diketemukan di bait Allah. Selain menyambut masa-masa gembira, peristiwa ini juga didoakan pada hari Senin dan Sabtu, dimana ini menunjukkan bahwa kita sebagai umat Katolik harus mengawali pekan dengan Gembira serta mengakhirinya dengan penuh rasa syukur. Peristiwa sedih menjadi suatu bentuk pengenangan akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia. Bagian-bagian dalam peristiwa ini menujukkan berbagai sengsara yang dihadapi Yesus hingga wafat di kayu salib. Masa Prapaskah menjadi bagian penting bagi peristiwa sedih untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus dalam perjuangan-Nya menebus dosa manusia, selain itu doa ini juga didoakan setiap hari Jumat sebagai pengingat hari dimana Yesus merelakan nyawa-Nya di kayu salib. Peristiwa mulia merupakan suatu bentuk rasa syukur atas kemenangan Allah atas kuasa kematian. Peristiwa yang diawali dengan kebangkitan Yesus menunjukkan bagaimana cara Allah untuk menyelamatkan manusia, selain itu peristiwa ini juga menonjolkan kemuliaan sesosok Bunda Maria yang setia dan taat kepada Allah dengan melahirkan, membesarkan, bahkan mendampingi Yesus pada saat ajal. Peristiswa mulia didoakan pada hari Minggu yang dikenal sebagai harinya Tuhan, selain itu peristiwa ini juga kerap dibacakan pada masa Paskah sebagai wujud kebahagiaan atas kemenangan Allah melawan Iblis. Peristiwa terang merupakan pembagian paling baru diantara peristiwa-peristiwa yang lain. Peristiwa ini ditambahlan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2002 dalam dokumen ROSARIUM VIRGINIS MARIAE. Peristiwa Terang mengajak kita untuk merenungkan karya-karya penting yang Yesus lakukan dalam dampaknya bagi kehidupan iman kita. Persitiwa terang juga mengajarkan berbagai cara hidup yang Yesus teladankan bagi para murid-muridNya sehingga sekarang telah menjadi Tradisi Suci yang dijalankan Gereja dan juga kita sebagai Umat Allah. Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Kebumen Carolus Aditya Nouvanto

Read More »
Artikel

Memaknai Tema Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2025 ‘Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup’

Penyuluh Agama Katolik Kab.Kebumen ~ “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu” (Zakharia 1:3)             Salve! salam sejahtera bagi kita semua. Saudara-saudari terkasih, bulan September pada kalender Liturgi Gereja Katolik ditetapkan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. Pada tema BKSN di tahun 2025 ini Gereja Katolik bersama dengan Lembaga Biblika Indonesia mengusung tema Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup dimana Gereja mengajak seluruh umat untuk merefleksikan dan merenungkan sarana pertobatan sebagai kesediaan Allah yang tetap setia dalam kehidupan manusia. BKSN tahun 2025 mengutip permenungan dari Kitab Suci Perjanjian Lama yang ditulis melalui kisah Nabi Zakharia dan Maleakhi. Kedua tokoh yang kisahnya dikutip kali ini merupakan tokoh-tokoh Nabi Kecil dalam pembagian Kitab Suci Gereja Katolik, mengapa demikian? Dikarenakan kedua tokoh Nabi tersebut tidak memiliki banyak kisah perutusan Allah apabila dibandingan dengan Nabi-nabi besar seperti Yesaya.             Penetapan Nabi Zakharia dan Nabi Maleakhi menjadi pedoman dalam permenungan BKSN pada tahun ini bukan hanya asal memilih ataupun supaya mengenalkan kedua tokoh ini saja. Gereja Katolik sebagai perutusan firman Tuhan didunia mengedepankan Tradisi Suci dimana apa yang telah tertulis pada Kitab Suci, semuanya memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan manusia. Kedua tokoh Nabi kecil tersebut juga sebagai suatu tanda, bahwa perbuatan baik sekecil apapun akan diterima oleh Allah bahkan ketika kita adalah seorang pendosa dihadapan-Nya. Kegiatan BKSN juga menjadi sarana dalam penafsiran firman Tuhan supaya umat tidak salah tafsir atas maksud dan tujuan yang dikehendaki Allah bagi anak-anak-Nya.             Bulan Kitab Suci Nasional mengusung empat kali pertemuan dengan sub tema yang berbeda-beda, pada tahun ini empat sub tema yang diusung oleh Lembaga Biblika Indonesia yakni pembaruan relasi dalam diri sendiri, pembaruan relasi dengan sesama, pembaruan relasi dengan keluarga, dan pembaruan relasi dalam keluarga, dan pembaruan relasi dengan Allah. Keempat sub tema yang diusung mengajak umat untuk merenungkan perasaan-perasaan yang dirasakan dalam situasi masa kini dan menyadari tindakan-tindakan yang telah merenggangkan hubungan kepada Allah. Melalui permenungan dalam BKSN tahun 2025 juga umat Katolik diajak dalam melakukan pertobatan serta melaksanakan aksi nyata sebagai wujud perubahan diri menjadi lebih baik selaras dengan pesan Paus Fransiskus dalam Bulla “Spes Non Confundit” (Harapan Tidak Mengecewakan). Gereja tentunya berharap melalui permenungan Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2025 umat semakin tersadar akan pentingnya menjaga relasi dengan Allah dan bersama-sama hidup dalam jalan kebenaran yang ditawarkan serta mengimani nilai-nilai cinta kasih supaya dapat saling menjaga kerukunan terhadap sesama manusia. Berkah Dalem. Carolus Aditya Nouvanto ~ Penyuluh Katolik Kabupaten Kebumen

Read More »

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen