Kebumen – Humas – Kepemimpinan baru di MIN 3 Kebumen resmi dimulai. Jabatan kepala madrasah diserahterimakan dari Siti Rojiatur Rochmah kepada Agustina Laelatul Fitriyani pada Senin 13 April 2026 di aula madrasah.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin hadir memberikan pembinaan. Ia didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Mulyono serta Kasubbag TU, Salim Wazdy.
Dukungan juga datang dari luar daerah. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin turut hadir mengantar guru terbaiknya yang kini dipercaya memimpin MIN 3 Kebumen.
Sebelum menerima amanah ini, Fitriyani bertugas sebagai guru di MI Ma’arif NU Karangpucung, Purwokerto Selatan, Banyumas. Ia sebelumnya dilantik oleh Saiful Mujab pada 2 April 2026 di Semarang.
Dari Banyumas ke Kebumen, Siap Bawa Inovasi
Dalam sambutan perdananya, Agustina Laelatul Fitriyani menyampaikan kesiapan menjalankan amanah. Ia menegaskan komitmen untuk membawa perubahan melalui program unggulan bertajuk “6 Siramahmutu Mendunia.”
Program ini menjadi arah baru pengembangan madrasah. Fokusnya tidak hanya akademik, tetapi juga penguatan karakter dan wawasan global.
“Program ini menjadi pijakan membentuk generasi berkarakter kuat, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Enam Pilar Penguatan Madrasah
Program “Siramahmutu Mendunia” memuat enam pilar utama:
Pertama, Siswa Rahmatan Lil ‘Alamin
Menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, serta sikap anti kekerasan.
Kedua, Istiqomah
Mendorong disiplin, tanggung jawab, serta konsistensi dalam ibadah dan belajar.
Ketiga, Maju
Menguatkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Keempat, Bermutu
Menjaga kualitas pendidikan melalui tenaga pendidik profesional.
Kelima, Mendunia
Membuka wawasan global melalui berbagai program berorientasi internasional.
Keenam, Madrasah Sang Juara
Mengembangkan bakat dan prestasi siswa secara berkelanjutan.
Pesan Kemenag: Guru Harus Jadi Penggerak Prestasi
Dalam pembinaannya, Anif Solikhin menekankan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama prestasi siswa.
“Tidak ada manusia super. Namun kita harus menjadi pendidik yang super,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam membangun motivasi belajar.
“Yang paling penting adalah bagaimana guru mampu mendorong anak agar rajin belajar,” ujarnya.
Anif juga berpesan agar kepala madrasah baru mampu membawa praktik baik dari tempat sebelumnya lalu menyesuaikan dengan kebutuhan di Kebumen.
“Hal baik dari Banyumas silakan dibawa dan diadaptasi di sini,” pesannya.
Ia turut mengajak komite madrasah memberi dukungan penuh demi kemajuan lembaga. Pada kesempatan tersebut, Anif juga menyampaikan apresiasi kepada Siti Rojiatur Rochmah atas dedikasi selama memimpin MIN 3 Kebumen.
Sinergi untuk Madrasah Berdaya Saing
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. Kepala madrasah, guru, komite, serta seluruh warga sekolah diharapkan bergerak bersama.
Dengan program terarah dan kepemimpinan baru, MIN 3 Kebumen diarahkan menjadi madrasah yang adaptif, berkarakter, serta mampu bersaing hingga tingkat global.

