Kebumen – Humas – Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan di sekolah/madrasah. Perubahan besar justru berawal dari keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Adiwiyata MAN 1 Kebumen menggelar sosialisasi peduli lingkungan kepada ibu-ibu PKK RW 3 Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, di kawasan wisata Pantai Cemara Sewu, Senin (22/6/2026).
Mengusung tema “Membangun Budaya Peduli Lingkungan dari Keluarga untuk Masa Depan”, kegiatan berlangsung hangat dan interaktif di bawah rindangnya pohon cemara. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Kebumen dalam memperluas implementasi program Adiwiyata sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di kawasan pesisir.
Ketua Tim Adiwiyata MAN 1 Kebumen, Yuniasih, menegaskan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan ramah lingkungan di keluarga. Menurutnya, berbagai tindakan sederhana di rumah dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan pada masa mendatang.
“Ibu rumah tangga adalah agen perubahan di lingkungan keluarga. Jika kebiasaan peduli lingkungan dimulai dari rumah, dampaknya akan sangat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Tim Adiwiyata menghadirkan tiga narasumber dengan materi berbeda namun saling melengkapi.
Pada sesi pertama, Yulia mengajak peserta lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Ia menjelaskan berbagai langkah sederhana, seperti memanfaatkan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman, memperbaiki keran bocor, serta mengurangi penggunaan air secara berlebihan dalam aktivitas sehari-hari.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fais mengenai pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Dalam paparannya, ia mengedukasi peserta tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Selain itu, ia juga memperagakan cara memanfaatkan sampah dapur menjadi kompos serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Sementara itu, Yuni menutup sesi dengan materi penghematan energi listrik. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan perangkat elektronik saat tidak digunakan, mematikan lampu pada siang hari, dan memilih peralatan hemat energi dapat membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
Suasana sosialisasi berlangsung dinamis. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi terkait persoalan lingkungan di wilayah masing-masing, terutama pengelolaan sampah rumah tangga.
Pengurus PKK dan perangkat desa turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka berharap sinergi antara madrasah dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh dan menjadi budaya bersama.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kebumen kembali menegaskan perannya sebagai madrasah peduli lingkungan. Tidak hanya membangun kesadaran di lingkungan sekolah, tetapi juga mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan pelestarian alam demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Lan).



