Kebumen – Humas – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, mengajak Aparatur Sipil Negara meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan pengajian di musala kompleks Pendopo Kabumian Kebumen, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan diawali salat Dzuhur berjamaah dimana Anif Solikhin juga bertindak sebagai imam. Pengajian diikuti para ASN dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Kebumen.
Dalam ceramahnya, Anif mengingatkan pentingnya memanfaatkan fase akhir Ramadan. Pada periode tersebut terdapat malam kemuliaan, yakni Lailatul Qadar, malam penuh keberkahan dengan nilai ibadah lebih baik dibanding seribu bulan.
“Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi momentum memperbanyak ibadah, doa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Kitab suci tersebut menjadi petunjuk hidup umat manusia sekaligus pedoman membangun kehidupan berakhlak.
Kisah Nabi Syam’un Al-Ghazi
Dalam pengajian itu, Anif Solikhin juga menyampaikan kisah teladan dari Nabi Syam’un Al-Ghazi. Dalam khazanah sejarah Islam, sosok ini dikenal memiliki kekuatan luar biasa serta keteguhan dalam beribadah.
Menurut kisah tersebut, Nabi Syam’un pernah bernazar menjalani ibadah selama seribu bulan. Keteguhan itu membuat para sahabat Rasulullah kagum saat kisahnya diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW.
Kemudian turun wahyu berupa Surah Al-Qadr ayat 1–5 melalui Malaikat Jibril. Ayat tersebut menjelaskan keutamaan malam Lailatul Qadar. Nilai ibadah pada malam tersebut lebih baik dibanding ibadah seribu bulan.
Melalui kisah tersebut, Anif mengajak para ASN meneladani semangat ibadah para nabi dan orang saleh.
“Kesempatan memperoleh pahala besar terbuka setiap Ramadan. Manfaatkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah terbaik,” pesannya.
Pengajian berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Momentum tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai spiritual di lingkungan kerja pemerintahan.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan para ASN dapat meningkatkan keimanan sekaligus membawa nilai-nilai kejujuran, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.


