Kebumen – Humas – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menegaskan bahwa Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMP ke-15 tingkat Kabupaten Kebumen bukan semata-mata ajang untuk meraih kejuaraan. Lebih dari itu, MAPSI menjadi bagian dari proses menemukan, mengembangkan, dan mengasah talenta murid sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan Anif saat memberikan pembinaan kepada peserta MAPSI di Hotel dan Resto Candisari, Karanganyar, Selasa (29/9/2026).
Menurut Anif, setiap murid memiliki kemampuan dan talenta yang berbeda. Karena itu, talenta yang sudah terlihat melalui berbagai cabang lomba perlu terus mendapatkan pembinaan dan latihan, baik sebelum maupun setelah perlombaan.
“Talenta apa pun yang dimiliki anak, kalau memang itu menjadi talentanya, harus selalu diasah. Apa pun cabang yang diikuti, kalau itu menjadi talentanya, harus terus dilatih dan dikembangkan,” pesannya.
Anif menekankan bahwa kemampuan murid tidak akan berkembang tanpa proses latihan dan pembinaan yang berkelanjutan. Pendampingan guru dan pelatih menjadi penting untuk mengarahkan kemampuan tersebut agar terus berkembang.
Ia berharap pembinaan tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Talenta yang telah ditemukan melalui MAPSI perlu terus mendapatkan ruang pengembangan di sekolah sehingga kemampuan murid semakin matang dan dapat berkembang menjadi prestasi pada kesempatan berikutnya.
“Jangan sampai setelah lomba selesai, selesai pula pembinaannya. Anak-anak ini harus terus diberi ruang untuk mengembangkan kemampuannya,” lanjut Anif.
Diikuti 98 Sekolah, Pertandingkan 13 Cabang
Ketua Panitia MAPSI SMP ke-15 tingkat Kabupaten Kebumen, Akhmad Muja’i, menjelaskan bahwa MAPSI tahun 2026 mempertandingkan 13 cabang lomba. Cabang tersebut meliputi pidato putra dan putri, tahfidz putra dan putri, tilawah putra dan putri, tartil putra dan putri, kaligrafi putra dan putri, adzan, Cerdas Cermat Islami (CCI), serta rebana modern.
“Dari 114 sekolah yang menjadi sasaran kegiatan, sebanyak 98 sekolah mendaftarkan peserta. Tahun ini juga ada peserta dari Sekolah Rakyat,” jelas Muja’i.
Berdasarkan data panitia, pidato putra diikuti 65 peserta dan pidato putri 81 peserta. Tahfidz putra sebanyak 34 peserta dan tahfidz putri 53 peserta.
Tilawah putra diikuti 39 peserta dan tilawah putri 42 peserta. Tartil putra sebanyak 52 peserta dan tartil putri 61 peserta. Sementara kaligrafi putra diikuti 47 peserta dan kaligrafi putri 57 peserta.
Untuk cabang adzan dan CCI masing-masing diikuti 82 peserta, sedangkan rebana modern diikuti sembilan kelompok.
Menurut Muja’i, keberagaman cabang yang dilombakan memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan sesuai dengan bakat yang dimiliki. Karena itu, MAPSI diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan yang terus berlanjut di sekolah.
MAPSI SMP ke-15 tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2026 mengusung tema “Beriman Berilmu Berbudaya Berprestasi untuk Generasi Emas.” Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan murid dalam bidang keagamaan dan seni Islami, tetapi juga memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, MAPSI diharapkan mampu menjadi wadah untuk menemukan lebih banyak potensi murid sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk terus berlatih, berkembang, dan berprestasi.

