KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN KEBUMEN

BMM MADADA Kuatkan Ekonomi Umat, Salat Subuh Berjamaah Jadi Tolok Ukur Keberhasilan

Kebumen – HumasKeberhasilan Program Baznas Microfinance Masjid–Masjid Berdaya Berdampak (BMM MADADA) tidak hanya diukur dari bertumbuhnya usaha mikro penerima manfaat, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran beribadah di masjid. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari keaktifan salat berjamaah, terutama pada waktu Subuh.

Penegasan tersebut disampaikan Kasubdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, saat memberikan sambutan pada kegiatan monitoring Program BMM MADADA di Masjid Al Ikhsan Logede, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jumat 26 Desember 2025.

“Salah satu tolok ukur keberhasilan program BMM MADADA dapat dilihat dari jamaahnya. Jika penerima manfaat semakin rajin salat berjamaah di masjid, terutama Subuh, itu tanda program berjalan dengan baik dan membawa keberkahan,” ujar Nurul.

Monitoring tersebut turut dihadiri Kasi Bimas Islam Kemenag Kebumen Makruf Widodo serta Ketua Baznas Kebumen H. Ahmad Sahli, bersama 50 penerima manfaat program pinjaman bergulir BMM MADADA.

Dalam kesempatan itu, Nurul menjelaskan BMM MADADA merupakan program kolaborasi Kementerian Agama dan BAZNAS RI dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi umat berbasis masjid. Melalui skema pembiayaan mikro syariah tanpa bunga, program ini menyasar pedagang kecil dan pelaku usaha mikro agar terhindar dari jerat rentenir, pinjaman online ilegal, serta praktik judi online.

Sebanyak 50 penerima manfaat menerima modal usaha masing-masing Rp3.000.000. Dana tersebut dikelola melalui masjid dan dipinjamkan secara bergulir. Skema ini memungkinkan penerima manfaat bergantian memperoleh akses permodalan tanpa tekanan bunga.

“Di 2025 ini program baru berjalan empat angkatan. Masing-masing menerima tiga juta rupiah. Ini menunjukkan potensi besar. Sebenarnya umat Islam sangat kaya jika dikelola secara kolektif dan amanah,” ungkap Nurul.

Ia menambahkan, BMM MADADA tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

“Kami ingin masjid tidak hanya ramai saat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat penguatan ekonomi dan pembinaan karakter. Ketika usaha tumbuh, ibadah pun harus ikut tumbuh,” katanya.

Nurul juga menyampaikan rencana pengembangan program pada tahun mendatang. Pada 2026, BMM MADADA direncanakan kembali digelar dengan peningkatan nilai bantuan.

“Insya Allah 2026 kita adakan lagi. Jika sebelumnya penerima manfaat mendapat tiga juta rupiah, ke depan bisa ditambah satu juta,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan pesan moral kepada seluruh penerima manfaat. “Urusilah urusan sesama, maka hidup kita akan diurus Allah. Biasakan mengajak keluarga dan anak-anak salat berjamaah di masjid. Dari situ keberhasilan program ini akan benar-benar terasa,” pungkasnya.

Berita Terpopuler

Galeri

Galeri

3 Videos
ℹ️
Edit Template

Website resmi Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

Nilai Pelayanan Kami DIsini

© 2026 Kementerian Agama Kabupaten Kebumen