Lima Piala Porsadin 2026
Kebumen – Humas – Usianya baru dua bulan, tetapi Madrasah Diniyah (Madin) An Nuur MIN 4 Kebumen langsung menunjukkan taring di ajang Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2026.
Dalam debut perdananya, 10 santri Madin An Nuur MIN 4 Kebumen berhasil membawa pulang lima piala. Prestasi tersebut diraih melalui cabang tahfizh, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta olahraga lari.
Porsadin Kabupaten Kebumen 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026. Kompetisi berpusat di Kompleks Pondok Pesantren Al-Kamal, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen.
Madin An Nuur menurunkan santri pada dua cabang olahraga dan empat cabang seni. Meski menjadi peserta baru, para santri mampu bersaing dan menorehkan prestasi di tingkat kabupaten.
Lima piala tersebut diraih melalui sejumlah kategori. Abidah Ardelia meraih Juara 2 Tahfizh Juz 30 Putri. Prestasi serupa diraih Zaidan Halif Firdaus pada kategori Tahfizh Juz 30 Putra.
Pada cabang MTQ, Nabhan Hakam Qolyubi berhasil meraih Juara 2 MTQ Putra. Sementara Fatkhan Jizi Kirana menempati posisi Juara 2 MTQ Putri.
Prestasi dari bidang olahraga turut melengkapi pencapaian kontingen. Azkana Shaki El Qaida Ramadhani berhasil meraih Juara 2 Lari 200 Meter Putri.
Capaian tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi Madin An Nuur MIN 4 Kebumen. Pasalnya, lembaga pendidikan keagamaan tersebut baru saja diluncurkan sekitar dua bulan sebelum mengikuti kompetisi.
Kepala MIN 4 Kebumen, Widyastuti, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan para santri dan pendamping.
“Alhamdulillah, ini karunia yang luar biasa. Madin An Nuur MIN 4 Kebumen memang baru dua bulan dilaunching, tetapi semangat juang para santri serta dukungan guru dan ustaz pendamping mampu membawa mereka bersaing di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Menurut Widyastuti, prestasi tersebut menunjukkan potensi santri tidak hanya pada bidang keagamaan. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat olahraga.
“Torehan juara di bidang tahfizh, MTQ, hingga lari menjadi bukti bahwa anak-anak kita tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga tangguh secara fisik,” lanjutnya.
Bagi Madin An Nuur, lima piala pada debut Porsadin bukan sekadar hasil kompetisi. Capaian itu menjadi pijakan awal untuk memperkuat pembinaan santri melalui pendidikan Al-Qur’an, pengembangan seni, serta olahraga.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan bahwa usia lembaga bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan pembinaan, pendampingan, dan semangat berkompetisi, santri Madin An Nuur MIN 4 Kebumen mampu tampil percaya diri sejak kesempatan pertama.
Prestasi di Porsadin 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan, sekaligus memperkuat komitmen Madin An Nuur dalam membentuk generasi berakhlak, mencintai Al-Qur’an, serta memiliki prestasi di berbagai bidang. (hm).

