Kebumen – Humas – Dua kepala madrasah bertukar posisi sekaligus kembali ke daerah asal dalam rotasi kepemimpinan MAN 2 Kebumen dan MAN 2 Banyumas. H. Muhamad Siswanto, M.Pd., kini resmi menjabat Kepala MAN 2 Kebumen, menggantikan Drs. H. Akhmad Taukhid, M.Pd., yang berpindah tugas menjadi Kepala MAN 2 Banyumas. Serah terima jabatan berlangsung pada Kamis (15/10/2026) dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Ibnu Asaduddin.
Pergantian kepemimpinan tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan. Kedua kepala madrasah membawa pengalaman dan rekam jejak masing-masing untuk melanjutkan pengembangan pendidikan di tempat tugas baru. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan memperkuat sinergi antarmadrasah dalam meningkatkan mutu dan prestasi.
Anif Solikhin mengatakan, kehadirannya di Banyumas tidak hanya untuk mengantarkan dan menyerahkan Akhmad Taukhid ke tempat tugas baru, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi serta kesempatan belajar mengenai pengembangan madrasah di Banyumas.
Ia mengaku berat melepas Akhmad Taukhid karena kontribusi dan prestasi selama memimpin MAN 2 Kebumen. Menurutnya, pengabdian kepala madrasah tersebut telah memberikan manfaat besar bagi perkembangan lembaga.
“Kalau boleh, sebetulnya kami gondeli, karena beliau telah banyak berjasa dan berprestasi di MAN 2 Kebumen,” ungkap Anif.
Ia menyampaikan terima kasih atas pengabdian Akhmad Taukhid selama bertugas di Kebumen. Anif berharap berbagai karya dan capaian selama memimpin madrasah menjadi amal saleh serta memberikan manfaat berkelanjutan.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk beliau. Mudah-mudahan apa yang telah Panjenengan torehkan di Kebumen menjadi amal saleh, bermanfaat, dan diterima oleh Allah Swt.,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaduddin, mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan ke depan. Ia menyampaikan pesan tersebut melalui ungkapan, “Kemarin adalah sejarah dan ke depan adalah misteri.”
Untuk memperkuat pesannya, Ibnu menyinggung semangat kerja dalam lagu Mars Slankers milik Slank. Ia menekankan pentingnya kreativitas, daya juang, kerja keras, dan sikap tidak mudah menyerah dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan oleh kepala madrasah beserta seluruh jajaran, baik di MAN 2 Banyumas maupun MAN 2 Kebumen. Perubahan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja produktif, bukan sekadar pergantian pejabat.
Pesan itu sejalan dengan pentingnya membangun prestasi melalui proses dan kerja bersama. Capaian madrasah tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui komitmen, konsistensi, serta kolaborasi seluruh warga madrasah.
Rotasi kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru bagi kedua madrasah. Akhmad Taukhid diharapkan dapat melanjutkan pengabdian dan mengembangkan potensi MAN 2 Banyumas, sedangkan Siswanto diharapkan mampu meneruskan capaian positif sekaligus mendorong peningkatan prestasi MAN 2 Kebumen.
Perpindahan tugas tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sosok pemimpin, tetapi juga oleh kemampuan membangun tim, menggerakkan potensi, dan menjaga semangat kerja bersama. Dengan kepemimpinan serta kolaborasi yang kuat, kedua madrasah diharapkan terus berkembang dan melahirkan prestasi membanggakan.

