Kebumen – Humas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen membantu mengatasi kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kemenag Kebumen menyalurkan bantuan Rp10 juta untuk pembuatan sumur, Rabu (9/9/2026). Sumur tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi lebih dari 300 santri, murid madrasah, serta masyarakat sekitar, terutama saat musim kemarau.
Bantuan diserahkan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin kepada Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin, Kyai M. Khomsun Apit Husnul Yakin. Penyerahan turut didampingi Kasubbag Tata Usaha sekaligus Ketua UPZ Kemenag Kebumen H. Salim Wazdy.
Anif Solikhin menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari dana zakat dan infak ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen yang dihimpun melalui UPZ.
“Bantuan ini berasal dari zakat dan infak ASN Kemenag Kebumen melalui UPZ. Kami berharap pembangunan sumur dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk kegiatan ibadah, sanitasi, dan kebutuhan sehari-hari para santri serta murid,” ujar Anif.
Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin menjadi tempat tinggal dan pembelajaran bagi lebih dari 300 santri. Dalam satu kompleks juga terdapat Madrasah Ibtidaiyah An Nur serta masjid yang tidak hanya digunakan warga pesantren, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Keberadaan sumber air bersih menjadi kebutuhan penting bagi seluruh aktivitas di lingkungan tersebut. Saat musim kemarau berlangsung cukup panjang, pondok pesantren kerap mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Anif berharap sumur baru tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di lingkungan pesantren. Ia juga berpesan agar fasilitas tersebut dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama.
“Air merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap sumur ini benar-benar memberikan manfaat bagi para santri, murid madrasah, jamaah masjid, dan masyarakat sekitar. Setelah dibangun, tentu harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin, Kyai M. Khomsun Apit Husnul Yakin, menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia mengakui persoalan air bersih selama ini menjadi salah satu kendala, terutama ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.
Menurutnya, kondisi kekurangan air pernah terjadi hingga mengganggu kebutuhan sanitasi dan kebersihan para santri.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Insyaallah sumur ini akan sangat bermanfaat. Selama ini, ketika kemarau panjang, kami sering mengalami kekurangan air bahkan pernah kehabisan air. Dengan adanya sumur ini, semoga kebutuhan sanitasi dan kebersihan anak-anak tidak lagi menjadi kendala,” ungkapnya.
Bantuan tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Sidoagung. Kepala Desa Sidoagung A. Komarudin menyampaikan terima kasih kepada UPZ Kemenag Kebumen atas kepedulian terhadap kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin.
Ia berharap keberadaan sumur baru dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi warga pesantren, tetapi juga lingkungan sekitar.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi pondok pesantren. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Kebumen dan UPZ. Semoga semakin banyak manfaat dan keberkahan yang dirasakan,” ujarnya.
Bantuan pembangunan sumur menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat dan infak ASN Kemenag Kebumen untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Selain mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan keagamaan, ketersediaan air bersih juga berperan penting dalam menjaga kesehatan, sanitasi, serta kenyamanan para santri.
Melalui bantuan tersebut, Kemenag Kebumen berharap dana zakat dan infak dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sumur yang akan dibangun di Pondok Pesantren Hidayatun Nasyiin diharapkan menjadi sumber kehidupan sekaligus solusi bagi persoalan kekurangan air bersih yang berulang setiap musim kemarau.

