Kebumen – Humas – Sebanyak 865 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Kebumen sebagai ajang penjaringan talenta sains dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA. Kompetisi tersebut resmi dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, di ruang pertemuan MAN 1 Kebumen, Senin (7/9/2026).
OMI 2026 tingkat Kabupaten Kebumen berlangsung hingga Rabu (9/9/2026). Para peserta berkompetisi dalam sejumlah bidang ilmu sesuai jenjang pendidikan masing-masing dengan membawa kemampuan, minat, dan potensi terbaik di bidang sains.
Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju,” OMI tidak sekadar menempatkan murid sebagai peserta kompetisi. Ajang ini menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan talenta sains sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Kepala Kantor Kemenag Kebumen H. Anif Solikhin mengatakan OMI menjadi ruang bagi murid untuk menguji kompetensi sekaligus mengembangkan bakat dan minat di bidang sains.
“Pelaksanaan OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi murid madrasah atau sekolah dalam bidang sains, tetapi juga ajang untuk menunjukkan kompetensi sekaligus mengembangkan bakat dan minat di bidang sains,” ujarnya.
Menurut Anif, hasil kompetisi tingkat kabupaten diharapkan menjadi awal bagi peserta terbaik untuk melanjutkan perjuangan pada jenjang lebih tinggi. Kemenag Kebumen menargetkan munculnya murid berprestasi yang mampu membawa nama daerah dalam kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
“Harapannya nanti akan terpilih murid-murid terbaik yang akan mewakili Kebumen di tingkat provinsi sampai dengan nasional,” lanjutnya.
865 Peserta, Tiga Jenjang Kompetisi
Ketua Komite OMI 2026 tingkat Kabupaten Kebumen sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kebumen, H. Mulyono, menyampaikan 865 peserta terbagi dalam tiga jenjang kompetisi.
Jenjang MA/SMA menjadi arena bagi 233 peserta. Mereka berkompetisi dalam enam mata pelajaran, yakni Matematika, Geografi, Ekonomi, Fisika, Biologi, dan Kimia. Peserta terdiri atas 214 murid MA dan 19 murid SMA.
Pada jenjang MTs/SMP, sebanyak 262 peserta mengikuti kompetisi dalam tiga mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, dan IPS. Seluruh peserta pada jenjang ini berasal dari madrasah.
Sementara jenjang MI/SD menjadi kelompok peserta terbesar dengan 370 murid. Jumlah tersebut terdiri atas 362 murid MI dan delapan murid SD. Kompetisi pada jenjang ini meliputi IPAS dan Matematika.
Komposisi peserta tersebut menunjukkan tingginya minat murid terhadap bidang sains pada berbagai jenjang pendidikan. OMI sekaligus memberikan ruang bagi madrasah dan sekolah untuk memetakan kemampuan peserta didik melalui kompetisi berbasis keilmuan.
Bagi Kebumen, capaian OMI tidak berhenti pada penentuan juara tingkat kabupaten. Peserta terbaik diharapkan memperoleh pembinaan lanjutan sehingga memiliki kesiapan menghadapi kompetisi pada tingkat provinsi hingga nasional.
Melalui OMI 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen mendorong madrasah dan sekolah terus membuka ruang pengembangan bakat serta minat peserta didik. Dari ratusan peserta tersebut, talenta terbaik diharapkan tumbuh menjadi generasi berprestasi sekaligus penggerak inovasi untuk kemajuan Indonesia.(Mad).

